Rabu dalam masa Adven I, 4 Desember 2013

> Yes 25: 6-10 + Mzm 23 + Mat 15: 29-37
>
>
>
> Lectio :
>
> Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah
> Lalu Yesus memanggil murid-muridNya dan berkata: "HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." Kata murid-muridNya kepadaNya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-muridNya, lalu murid-muridNya memberikannya pula kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.
>
>
>
> Meditatio :
>
> Takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah. Yesus membuat segala-galanya menjadi indah dan menarik banyak orang. Dalam nama Yesus ada keselamatan. Namun lebih dari itu, segala yang baik dan indah itu menunjukkan siapakah Dia, Orang Nazaret ini. Kiranya tidak ada lagi yang berkata: 'Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?'. Semua yang indah dan baik adanya hanya ada dalam sang Empunya kehidupan ini. Ada baiknya kalau setiap menerima Dia. 'Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku' (Mat 11: 4-7).
>
> 'HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan'. Yesus sungguh-sungguh mempunyai hati terhadap umatNya. Dia tidak hanya mewartakan sabda, tetapi juga menawarkan belaskasih kepada setiap orang, tanpa terkecuali.
>
> 'Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?', celetuk para murid. Karena memang Yesus menyatakan sesuatu yang tanpa dasar dan tidak melihat situasi yang ada. Pemikiran Yesus memang sungguh penuh belaskasih. Dia tidak mau semua orang pulang dalam keadaan lapar. Bisa-bisa mereka rebah di jalan. Namun bagaimana mungkin semuanya ini bisa terjadi? Inisiatif Yesus sungguh cemerlang, tapi bagaimana mungkin semuanya itu bisa terjadi.
>
> Yesus mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-muridNya, lalu murid-muridNya memberikannya pula kepada orang banyak, mereka semuanya makan sampai kenyang. Tentunya para murid tak mampu membuka mulut untuk berkata-kata melihat segala sesuatu yang terjadi di luar nalar insaninya. Segala sesuatu dapat terjadi.
>
>
>
>
> Collatio :
>
> 'Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!'. Kata-kata inilah yang seharusnya keluar dari mulut para murid ketika melihat yang luhur dan mulia, sebagaimana yang dialami Yesaya bersama umat Allah di jamannya. Benarlah yang dikatakan Yesus beberapa hari lalu ketika Dia menerima seorang perwira, bahwasannya pada saat itu tidak ada iman sebesar yang dimiliki sang perwira itu.
>
> Mereka memang tidak sampai bertanya-tanya bagaimana semuanya itu terjadi, sebab mereka semua merasakan bahwa segalanya itu bisa terjadi hanyalah di dalam nama Allah sang Empunya kehidupan ini. Pertanyaan bagaimana mungkin bisa terjadi dan ditindaklanjuti dengan kepercayaan terhadap Dia yang akan melakukannya adalah sikap kritis seorang beriman. Dia tidak mengerti, karena memang tidak mampu melaksanakannya, tetapi dia tetap menyerahkan segalanya pada Dia yang memintanya.
>
> Adven kiranya masa pembelajaran bagi kita semua orang yang telah percaya kepada Tuhan. Pembelajaran untuk bertanya sembari menyerahkan kepada Dia yang mempunyai rencana. Dia merencanakan dan menginginkan agar semua orang beroleh selamat. Dia pun berjanji akan datang kembali setelah menyiapkan tempat bagi kita agar di mana Dia berada di situ pun kita berada (Yoh 14). Dia telah merencanakan pasti juga memikirkan bagaimana kita dapat menikmatinya. Mengamini kehendakNya dan melakukan kemauanNya adalah sikap yang tepat dan benar bagi kita semua yang mengharapkan kedatanganNya kembali di akhir jaman yang membawa mahkota kehidupan.
>
> Tuhanlah Gembalaku, aku terjamin selalu.
>
>
>
>
> Oratio :
>
> Ya Tuhan Yesus, Engkau akan datang kembali menjemput kami untuk menikmati keselamatan yang abadi. Buatlah kami dengan setia menantikan Engkau, dan selalu siap sedia mengarahkan perhatian hanya kepadaMu. Amin.
>
>
>
>
> Contemplatio :
>
> 'HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini'.






>

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening