Rabu dalam Pekan Adven II, 11 Desember 2013


Yes 40: 25-31  +  Mzm 103  +  Mat 11: 28-30

 

 

Lectio :

Pada waktu itu Yesus mengajar banyak orang, kataNya: 'marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'.

 

 

Meditatio :

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat', kata Yesus. Yesus mengundang orang-orang yang letih lesu dan berbeban berat; bukan mereka yang segar bugar dan melompat ke sana kemari karena memang tidak mempunyai beban hidup. Dia mengundang mereka yang letih lesu dan berbeban berat, karena memang mereka adalah orang-orang yang pasti mengharapkan bantuan.  'Aku akan memberi kelegaan kepadamu', tegas Yesus. Dia memanggil, karena hendak memberikan penghiburan dan sukacita. Allah menghendaki semua orang selamat, dan Allah pun menghendaki semua orang bebas dari beban kehidupan.

Yesus mengajak setiap orang, karena memang Dialah Tuhan. Dialah 'Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah' (Yes 40 : 28-31). Karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia.

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku'. Apakah Yesus memberi beban baru atau menggantikan beban hidup kita? Hidup adalah suatu beban, karena memang kita harus memikulnya, kita harus mempertanggungjawabkannya. Inilah arti sebuah beban. Tidak ada orang yang bebas dari beban hidup; tidak ada seseorangpun yang lepas dari aneka persoalan hidup.  Namun tak dapat disangkal, beban berat yang harus ditanggung banyak orang selama ini adalah kepuasan diri yang membelenggunya. Beban itu tidak lain dan tidak bukan adalah dosa. Beban inilah yang hendak digantikan Yesus. Orang harus berani meletakkan dan melepaskan beban dosa, sekaligus membiarkan Yesus mengambil beban yang kita miliki dan membiarkan Yesus memberikan beban yang dimilikiNya. 'Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'. Kuk atau beban yang diberikan Yesus sungguh-sungguh ringan dan enak, karena menghantar setiap orang pada kemerdekaan sejati sebagai anak-anak Allah (Rom 8: 21). Orang yang merdeka adalah orang yang mampu mengangkat tangannya dan melambungkan pujian dengan hati dan budinya.

Yesus mengajak setiap orang datang kepadaNya, karena Dia menginginkan semua orang menikmati keselamatan itu. Dia mengundang setiap orang, 'karena Aku lemah lembut dan rendah hati', sebaliknya orang yang berani menanggapiNya, 'jiwamu akan mendapat ketenangan'.



 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus,  ajarilah kami untuk selalu percaya dan berharap kepadaMu, sebab kuk yang Engkau pasang sungguh-sungguh ringan dalam  hidup ini,  dan kami pun tidak terpisah dariMu, malahan mampu mengarah diri pada hidup yang benar dan mendapatkan ketenangan jiwa.   Amin





Contemplatio :

 

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan'.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening