Rabu dalam Pekan Adven III, 18 Desember 2013


Yer  23: 5-8  +  Mzm 72  +  Mat 1: 18-24

 

 

Lectio :

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

 

 

Meditatio :

Maria ternyata sudah mengandung, sebelum dia hidup sebagai seorang isteri dari seseorang laki-laki. Suatu peristiwa yang sulit dimengerti secara akal sehat, dan tak lazim dalam tata karma hidup bersama.

'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka',  tegas Tuhan Allah sendiri kepada Yusuf dalam mewujudkan rencana keselamatan bagi umatNya. Allah secara sengaja membuat sebuah peristiwa yang sulit dimengerti oleh banyak orang. Apakah memang keallahan-Tuhan selalu ditampakkan dalam ketidakmampuan manusia dalam menerima rencanaNya? Adakah rencana Tuhan yang begitu mudah dipahami oleh umatNya? Wajarkah manusia mengalami kesulitan dalam menanggapi perintah dan kehendak Tuhan? Adakah perintah Tuhan yang mudah dimengerti, malahan jauh berada di bawah kemampuan manusia?

'Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita'. Rencana Tuhan memang mengatasi kemampuan akal budi manusia, karena memang terbatas daya seluruh ciptaanNya. Namun tak dapat disangkal, semuanya itu tidak dijadikanNya secara mendadak tanpa persiapan; atau Allah bertindak dengan seenaknya saja. Allah memang amat egois, tetapi bukan demi kepentinganNya sendiri, danmalahan  semuanya itu telah dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya. Akan ada memang seseorang anak dara yang mengandung Dia, sang Immanuel. 'Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita' (Yer 23: 5-6). Perempuan itu tidak sendirian; perempuan itu disandingkan dengan seorang laki-laki, yang mengusung perempuan itu masuk dalam keluarga Daud. Kehadiran sang Imanuel dalah keluarga Daud malahan hendak menjadikan Israel tetap menjadi umat milikNya yang hidup. Allah tidak menghendaki seorang umatNya pun binasa.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.  Sebab memang Yusuf adalah seorang pelaksana sabda Allah, dan bukan sekedar pendengar sabda yang menipu diri. Sabda Tuhan akan mudah dipelesetkan dan dijadikan alat kekuasaan bagi orang-orang yang hanya gemar mendengarkan sabda, tanpa melaksanakannya. Keberanian melaksanakan sabda berarti membuat seseorang menjadi sabda itu sendiri. Yusuf telah menjadi sabda Tuhan, karena memang dia melanjutkan rencana dan kemauan Tuhan yang menyelamatkan umatNya.



 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, ada banyak peristiwa kehidupan yang seringkali sulit kami mengerti, sulit kami pahami. Kami mohon terang Roh KudusMu, ya Yesus, agar kami mampu menemukan maksud kehendakMu dalam setiap peristiwa hidup ini, karena memang dengan kedatanganMu di dunia ini, Engkau sungguh-sungguh masuk dalam setiap tahapan perjalanan hidup kami. Amin.




Contemplatio :

'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus'.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening