Sabtu dalam Pekan Adven II, 14 Desember 2013

Sir 48: 1-11  +  Mzm 80  +  Mat 17: 10-13

 

 

Lectio :

Pada waktu itu murid-murid-Nya bertanya kepada Yesus: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

 

 

Meditatio :

'Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?',  tanya para murid kepada Yesus, sang Guru. Mereka tidak bertanya mengapa Elia datang lagi? Bukankah Elia adalah tokoh dalam Perjanjian Lama? Apakah mereka sudah mengerti kalau ada Elia lain yang akan datang?

'Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu', sahut Yesus. Elia harus datang, karena dia mengajak semua orang untuk berani bertobat. Setiap orang diajak untuk bertobat guna menyambut sang Anak Manusia yang akan datang. Dia, yang datang daripadaku itu, lebih agung dan mulia. Membuka tali sandalNya pun, aku tidak layak,  tegas Elia dalam pewartaannya. Elia datang untuk memulihkan segala sesuatu, dia datang mengajak semua orang bertobat. Tobat adalah pemulihan hidup baru.

'Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka; demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka', tambah Yesus. Banyak orang menyerong kehadiranNya, dan ingin menguasaiNya. Elia datang, tetapi tidak makan dan minum, maka dituduhkan kepadanya sebagai seorang yang kerasukan; sebaliknya Anak Manusia datang, dan Dia makan dan minum dituduhnya sebagai pelahap. Mereka semua tidak tahu siapakah Elia dan Anak Manusia itu. Mereka semua tidak mengenal tanda-tanda kehadiran Allah. Seorang Anak Manusia, seorang Tuhan sang Empunya kehidupan malahan dibuat sengsara dan menderita oleh umatNya sendiri.

Pada waktu itu mengertilah murid-murid, bahwa Yesus berbicara tentang Yohanes Pembaptis,  sebab memang dialah suara yang berseru-seru di padang gurun. Yesus memberitahukan siapa sebenarnya yang dimaksudkan dengn Elia. Sebaliknya tentang diriNya sendiri Yesus tak pernah menyatakannya; tetapi mereka menangkap bahwa sang Guru berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Namun tak dapat disangkal, ketika banyak orang bertanya tentang diriNya, Dia hanya menegaskan: 'katakanlah apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik' (Mat 11: 4-5). Yesus menantang setiap orang untuk berani mengakui siapakah diriNya setelah mereka melihat dan merasakannya.

Apakah kita masih harus bertanya-tanya tentang Dia? Apakah kita juga akan terus menanyakan kapan Dia datang lagi?

Mungkin bagi seorang seperti Yohanes dari Salib, kehadiran sang Penyelamat tidak diragukannya lagi. Yohanes Salib adalah seorang mistikus, seorang yang selalu merasakan kehadiran Tuhan Allah dalam setiap peristiwa hidupnya. Kerinduan akan kehadiran Allah dalam hidup sehari-hari adalah nafas kehidupan. Maka ketika Yohanes diminta pendapatnya tentang rumah-rumah doa yang harus ditata dalam komunitas-komunitasnya, dia hanya meminta supaya ruang doa mengantar setiap orang terbawa kepada Allah, dan bukannya malahan membuat orang berhenti di rumah doa itu, karena keindahan dan kenyamanan fasilitas yang dimilikinya.




Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajar kami agar dapat menyadari kehadiranMu dan melalui pertobatan sikap hidup kami, mampu membuat orang lain juga mengenal Engkau.  

Santo Yohanes dari Salib, doankalah kami. Amin




Contemplatio :

'Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka.'

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening