Senin dalam Pekan Adven II, 9 Desember 2013

Yes 35: 1-10  +  Mzm 85  +  Luk 5: 17-26

 

 

Lectio :

Pada waktu ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.

Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

 

 

Meditatio :

'Hai saudara, dosamu sudah diampuni', kata Yesus kepada seorang lumpuh. Kata-kata itu disampaikan ketika Yesus melihat keteguhan iman mereka semua, yakni yang membopong orang sakit itu dan menurunkannya dari atap rumah, mengingat banyak orang di rumah itu sehingga tidak ada ruang bagi mereka untuk masuk. Hebat sungguh usaha mereka dalam memperhatikan sesamanya.

'Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'. Reaksi spontan dari orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Sungguh benar memang komentar mereka. Sebab hanya Tuhan sang Empunya kehidupan yang memang berkuasa atas hidup ini, dan hanya Dialah yang berkuasa atas hidup dan mati. Guru yang satu ini menghojat Allah.

'Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?',  sahut Yesus juga yang menangkap keluhan mereka. Namun memang sepertinya Yesus sengaja mengucapkan kata-kata itu. Maka Dia menambahkan: 'manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Bukanlah hal yang sulit bagi Yesus menyembuhkan orang sakit, tetapi kiranya yang amat dibutuhkan oleh semua orang adalah keselamatan, dan bukanlah semata-mata kesembuhan atau kesehatan seseorang; dan Yesus dapat memberikan keselamatan, yakni bebas dari kuasa dosa, karena memang Dialah sang Penguasa kehidupan ini.

'Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!', kata Yesus kepada orang lumpuh itu, dan seketika itu juga bangunlah ia, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Hal yang indah dan luar biasa terjadi di tengah-tengah mereka. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: 'hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan'.

Hal-hal yang mengagumkan telah dinikmati oleh banyak orang. Realitas indah yang dinyatakan oleh Yesaya dalam kitabnya, sebagaimana tersurat pada bab 35, mulai tampak nyata berkat kehadiran sang Anak Manusia, Anak Daud. Semua orang bersukacita dan bersorak-sorai, karena perbuatan besar yang dilakukanNya. Semuanya akan mencapai kepenuhannya kelak pada akhir jaman di mana Dia akan datang membawa kemuliaan. Itulah kedatanganNya yang kedua.




Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, di masa adven ini kami mau mempersiapkan hati dalam menyambut kehadiranMu yang tidak hanya membawa kesembuhan, tetapi yang lebih penting adalah keselamatan kekal bagi kami.  Amin.




Contemplatio :

"Hai saudara, dosamu sudah diampuni."

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening