Senin dalam Pekan Adven III, 16 Desember 2013

Bil 24: 2-7  +  Mzm 25  +  Mat 21: 23-27

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesus pun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

 

 

Meditatio :

'Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?'.

Itulah komentar banyak orang terhadap Yesus yang memang mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa, dan dengan kuasaNya itu Dia mampu membuat aneka peristiwa 'yang memang belum pernah terjadi di Israel' (Mat 9: 33). Mereka bukannya senang dengan segala yang terjadi itu, sebaliknya mereka mempertanyakan, mempersoalkan, dan meragukannya. Mengapa seorang Nazaret mampu bertindak seperti itu? Sebenarnya bagus juga mereka berani bersikap kritis seperti itu, mereka tidak hanya asal telan terhadap segala yang dihidangkan di hadapan mereka, tetapi tak dapat disangkal sikap tidak percaya dan menantang sang Empunya kehidupan inilah, yang kiranya mereka tonjolkan dengan pertanyaan mereka itu. Mereka tidak hanya bertanya, melainkan melawan.

'Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu', sahut Yesus. Yesus berkata begitu, karena memang Dia tahu dan sadar, bahwasannya mereka hanya ingin menjebak diriNya. Mereka tahu apa yang harus dilakukan oleh Mesias yang turun menyapa umatNya. Mereka bukan bertanya, melainkan mengungkapkan ketidakpercayaan dan penolakan mereka terhadap rencana dan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan adalah agar semua orang beroleh keselamatan. 'Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?', tegas Yesus. Mereka aharus mampu menjawabNya.

Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: 'jikalau kita katakan: dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi'. Mereka ragu-ragu dengan jawaban yang hendak mereka katakan, karena memang sebenarnya mereka adalah orang-orang pandai. Mereka tahu apa yang tersurat dalam kitab suci. Mereka adalah kaum munafik.

'Kami tidak tahu', jawab mereka serentak.

'Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu',  sahut Yesus. Mereka semua diam seribu bahasa. Mereka tidak mampu memaksa seorang Guru dai Nazaret itu. Sebagai ahli-ahli Taurat, mereka pasti tahu dan mempelajari, bahkan segala yang tertulis dalam kitab Musa, termasuk tutur-tutur Bileam (Kej 24) yang menubuatkan datangnya sang Bintang Yakub yang meneguhkan tongkat Israel dalam mengalahkan musuh-musuhnya. Dia memang adalah seorang Raja Israel yang akan datang, 'yang membuat orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik'.  Dialah sang Tuhan yang akan datang, sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin.

Tentunya kita tidak meragukan Yesus Kristus, Mesias yang akan datang lagi untuk kedua kalinya dalam kehadiranNya yang penuh semarak mulia. Datanglah, ya Tuhan Yesus, datanglah.

 



Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, kami mudah mempersoalkan tugas orang lain. Kami mudah menoleh dan mengomentari urusan orang lain daripada tugas kami sendiri. Buatlah kami setia dengan tugas dan pekerjaan kami masing-masing, yang memang semuanya itu menunjukkan kesetiaan pada tugas yang Engkau embankan kepada kami.

Yesus, bantulah kami selalu.

Datanglah, ya Tuhan.




Contemplatio :

'Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?'.

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening