Senin dalam Pekan Adven IV, 23 Desember 2013


Mal 3: 1-4  +  Mzm 25  +  Luk 1: 57-66

 

 

Lectio :

Pada saat itu genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

 

 

Meditatio :

'Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian',  seru banyak orang, para tetangga kanan-kiri dari keluarga Zakharia dan Elizabet, ketika Elizabet menyebut nama Yohanes, yang harus diberikan kepada anak laki-laki, yang baru dilahirkannya itu. Mereka tidak bisa mengerti mengapa nama Yohanes harus dikenakan pada diri anak manis itu.

Kiranya cara yang paling tepat adalah mengembalikan kepada sang ayah dari anak itu. Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.  Zakharia baru sekarang ditanya soal nama anaknya, sepertinya karena dia berada dalam ketidakberdayaan, yakni menerima tanda bukti atas ke-ingin-tahu-annya bahwa isterinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Zakharia dinomerduakan dalam keluarga, karena tanda yang diterimanya itu. Zakharia bukan saja diberi tanda oleh malaikat Gabriel, tetapi juga oleh sanak saudara dan tentangga-tetangganya.  Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: 'namanya adalah Yohanes'. Jawaban Zakharia membuat banyak orang semakin heran kepada mereka.

Namun, seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Sebutan nama Yohanes menjadikan Zakharia terbebas dari tanda yang membisukan, yang diberikan malaikat kepadanya. Mengamini kehendak Allah  membebaskan setiap orang dari belenggu kehidupan.

Ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea; dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: 'menjadi apakah anak ini nanti, sebab tangan Tuhan menyertai dia'.

Kedatangan seorang utusan Tuhan yang namanya Yohanes Pembaptis memang sempat menggegerkan orang-orang sejamannya. Kehadirannya menakjubkan dan membuat banyak orang bertanya-tanya; tidaklah demikian dengan kehadiran sang Mesias. Dia datang dalam sebuah kandang, sehingga tidak banyak orang yang mengetahui. Tidak ada tanda-tanda mukjizat yang menyertaiNya. Walau tak dapat disangkal, kehadiranNya dapat sungguh-sungguh dirasakan oleh orang-orang kecil, dan mereka yang merindukanNya; dan malahan seperti yang dikatakan nabi Maleakhi bahwasannya 'sesungguhnya, Ia telah datang. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN'.  Dia tidak bersuara tetapi Dia tidak ubahnya sebagai seorang pemurni logam; begitu hebatnya setiap orang malah ditanya siapakah yang dapat bertahan di hadapanNya.

Yohanes berarti Allah melimpahkan berkatNya. Kelahirannya memang sungguh-sungguh membuat orang bersukacita dan bergembira, karena tangan Tuhan menyertainya; dan memang itulah yang dirasakan oleh banyak orang di sekitar keluarga Zakharia dan Elizabet. Dan lebih lagi, Dia Yesus, yang berarti Allah menyelamatkan, memberi kehidupan dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Dia lahir untuk seluruh umat manusia, karena memang Allah Tuhan sang Empunya kehidupan adalah Allah milik seluruh umatNya dan bukan hanya mereka yang percaya kepadaNya, atau sekelompok orang saja. Natal mengingatkan kita semua, bahwa Allah yang menjadi Manusia datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, karena memang Allah tidak menghendaki seorang pun dari umatNya binasa, melainkan beroleh hidup kekal.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau datang sebagai seorang manusia hendak menyelamatkan kami. Kami mohon: semoga kami yang sudah berada dalam jalur yang benar dalam mengikuti kehendakMu, semakin hari semakin setia mengikuti Engkau, dan membiarkan Engkau sendiri tinggal selalu dalam diri kami. Amin.




Contemplatio :

'Menjadi apakah anak ini nanti, sebab tangan Tuhan menyertai dia'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening