Senin Pekan Adven I, 2 Desember 2013


Yes 2: 1-5  +  Mzm 122  +  Mat 8: 8-15

 

 

Lectio :

Suatu hari ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga".

 

 

Meditatio :

'Aku akan datang menyembuhkannya'. Itulah jawaban Yesus kepada seorang perwira yang datang mendapatkan Dia bermohon kepada-Nya, mengingat 'seorang hambanya lagi terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan sangat menderita'. Seorang perwira rela menaruh perhatian kepada seorang hambanya. Tidak adakah hamba-hamba lainnya? Apakah perwira itu non-job, sehingga sempat-sempatnya mengurus salah seorang hamba? Pada waktu itu sudah sulitkah mendapatkan TKI yang merantau di sana?

Perwira ini meminta Yesus tetapi dia tidak menghendaki Dia sang Guru ini datang ke rumahnya. Janganlah datang ke rumahku, karena 'aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya'. Dia menolak kedatangan Yesus, yang memang sengaja datang hendak mengunjungi rumahnya, sebagaimana dirasakan oleh Zakheus, karena benar-benar tidak pantas dan layak menerima. Dia seorang perwira, tetapi merasa tidak layak menerima seorang Rakyat, yang memberi harapan kepada banyak orang. Dirinya hanya memberi harapan kepada beberapa bawahannya, sedangkan Orang Nazaret ini memberi dan menjadi harapan seluruh umat manusia.

Yesus sungguh kagum terhadap sang perwira itu. 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel'.  Seorang perwira Roma begitu beriman kepada Tuhan sang Empunya kehidupan, dan tidaklah demikian dengan orang-orang yang memang dipilih dan dikasihi Allah sebagai umatNya. Seharusnya kaum Israel mempunyai iman yang serupa dengan yang dimiliki perwira Roma itu.  'Aku berkata kepadamu: banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga'. Mereka yang duduk makan, bukanlah orang-orang yang telah diberi kesempatan pertama menikmatinya, melainkan mereka orang-orang di luar Israel, yang memang percaya kepada Tuhan, sebagaimana yang dipercayai oleh Abraham, Ishak dan Yakob.

 

 

Collatio:

Kita adalah orang-orang yang sudah lama mengenal Kristus Tuhan, sebagaimana dikatakan Paulus yang kita renungkan di hari Minggu Adven I kemarin. Kita yang sudah lama mengenal Dia, tentunya kita mempunyai kerinduan dan pengharapan kepadaNya yang hari demi hari semakin kuat berakar dalam diri kita. Janganlah yang dikatakan Yesus, bahwasannya 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel', diucapkan kepada keluarga atau komunitas kita, lingkungan atau paroki kita.

Tuhan Yesus tidak akan berkata demikian kepada kita kalau kita selalu berjalan dalam terang, sebagaimana dikatakan dalam kitab Yesaya (2: 5)

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus,  berikanlah kerendahan hati untuk mengakui kelemahan-kelemahan kami dan hanya percaya serta berserah kepadaMu, bahwa dengan sepatah kata saja Engkau  menyelamatkan kami. Amin





Contemplatio :

'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening