Hari Raya Penampakkan Tuhan, 5 Januari 2014

Yes 6: 1-6  +  Ef 3: 2-6  +  Mat 2: 1-12

 

 

Lectio :

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia."

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

 

 

Meditatio :

Peristiwa dalam Injil sungguh menarik. Ada delik politiknya!

'Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia'.  Inilah pertanyaan orang-orang Majus kepada Herodes. Mengapa mereka bertanya kepada Herodes? Bukankah mereka sendiri mengatakan bintangNya telah kami lihat dan memimpin kami? 'Lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka'.  Apakah ketika di Yerusalem, sang bintang itu bersembunyi sejenak? Atau memang bintang itu berhenti sementara waktu di atas kota Yerusalem? Mengapa mereka berkata : 'Dia sang Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Mengapa mereka berkata sang Raja, bukankah yang di hadapan mereka itu adalah raja; malah mereka akan menyembah Raja yang baru lahir dan bukannya raja yang ada di hadapan mereka? Mereka sepertinya memang sengaja menaburkan isu politik di tengah-tengah Yerusalem.

'Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem'. Tidak dapat disangkal, mereka semua kaget dibuatnya dengan kedatangan dan pertanyaan orng-orang Majus itu. Kegentaran Herodes dan orang-orang Yerusalem semakin menjadi-jadi, ketika semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi membenarkan pertanyaan orang-orang Majus itu.  Mereka menjawab: 'di Betlehem di tanah Yudea', karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 'engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel'.

Herodes tak bisa banyak berkata-kata, tetapi tentunya dia harus menjaga wibawa yang dimilikinya. Ketakutan yang berlebihan dan merasa diri diturunkan dan direndahkan akan membuat seseorang melawan dan memberontak. 'Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia', kata Herodes yang memperhalus kata-kata di hadapan para tamunya. Mulut manis yang berbisa itulah yang dilakukan seorang Herodes, yang tidak mampu menerima kenyataan bahwa sang Raja yang sebenarnya ada dan hadir di tengah-tengah mereka.

Dia, Tuhan yang tahu segala-galanya, termasuk isi hati umatNya (Mzm 139), selalu membuat segalanya baik adanya dan indah pada waktunya, maka 'dalam mimpi, orang-orang Majus diingatkan, supaya jangan kembali kepada Herodes, dan pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain'. Allah selalu menjaga orang-orang yang berlindung kepadaNya.

Kembali bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Sangat bersukacitalah mereka. 'Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur'. Mereka mempersembahkan segala yang dimilikinya. Emas adalah tanda kekayaan yang mereka miliki. Mereka merasa telah mendapatkannya dari sang  Empunya kehidupan, mereka mempersembahkan kembali kepadaNya. Kemenyan menandakan keagungan dan semarak yang mereka miliki sebagai orang-orang majus; kini mereka merundukkan diri dan menyembah kepada sang Raja Sejati yang ada di depan mereka. Mur adalah tanda cita-cita hidup; mereka mempersembahkan mur karena ingin mengarahkan segala sikap dan tindakan hidupnya kepada sang Raja Mahamulia itu.




Collatio :

Kedatangan kaum majus adalah kedatangan orang-orang bukan Yahudi yang hendak mencari keselamatan dalam Yesus Kristus, sang Raja damai. Mereka menemukan bahwa keselamatan hanya didapat dalam Dia Allah yang telah menjadi Manusia. 'Terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN' (Yes 60). Penerima kabar sukacita oleh para bangsa itulah yang diungkapkan oleh orang-orang majus. Mereka datang karena telah melihat terang dan kemuliaanNya.

Kedatangan orang-orang majus, kedatangan bangsa-bangsa dunia kepada Kristus Tuhan adalah penggenapam kehendak Tuhan Allah sendiri yang menginginkan semua orang beroleh selamat. Paulus dalam suratnya kepada umat di Efesus menegaskan: 'sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus' (3: 5-6); dan inilah yang memang menjadi inti hari raya Penampakkan Tuhan, bahwasannya Allah melimpahkan rahmat dan berkatNya kepada semua orang, dan bukannya komunitas tertentu sebagaimana dirasakan oleh Israel.

Hari Raya Penampakkan Tuhan kembali mengingatlan kita agar kita berani mengajak setiap orang untuk semakin berani mengenal dan mengikuti Kristus Tuhan, mendengarkan dan melaksanakan kehendakNya; dan kedua, bila bangsa-bangsa datang kepadaNya hendak mendengarkan dan menikmati keselamatan daripadaNya, tentunya kita yang telah dimiliki sebagai umatNya harus semakin berani menikmatinya dalam keseharian hidup kita.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur untuk segala yang indah yang kami alami dalam hidup kami. Kiranya berkat tersebut juga dapat dinikmati setiap orang dan merekapun mengenal dan menikmati keselamatan daripadaMu.  Amin





Contemplatio :

 

'Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening