Jumat dalam Pekan Biasa I, 17 Januari 2014

1Sam 8: 4-22  +  Mzm 89  +  Mrk 2: 1-12

 

 


Lectio :

Suatu hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

 

 

Meditatio :

Suatu hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Rumah siapa yang dimaksudkan ini? Pasti  di rumah salah seorang murid, karena memang Dia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya (Mat 8: 20). Yesus bersama-sama dengan muridNya sepertinya tinggal di sebuah rumah salah seorang yang percaya kepadaNya. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak.  Banyak fans Yesus yang datang untuk mendengarkan Dia, yang memang mengajar dengan penuh kuasa.

Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Hebat kali usaha mereka itu. Apakah yang lebih menyemangati mereka: berjumpa Yesus atau kesembuhan orang yang ditandunya? Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:  'hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!'. Yesus tahu bahwa orang lumpuh itu adalah seorang pendosa. Namun mengapa hal itu malah diucapkan kepada orang yang lumpuh itu, dan bukannya kepada mereka yang mengangkatnya? Apakah mereka membongkar atap rumah itu atas permintaan orang lumpuh itu, sehingga Yesus hanya menyapa orang yang sakit itu?

'Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'.  Itulah kegusaran hati beberapa ahli Taurat yang ikut duduk di dalam rumah itu.  Sebuah pertanyaan yang kritis dan bisa dipertanggungjawabkan, karena memang hanya Allah yang berhak dan mampu mengampuni dosa umat manusia. Pengampunan dosa berkaitan dengan keselamatan; dan hanya Allah yang mampu menyelamatkan umat manusia. Yesus yang mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, berkatalah Dia kepada mereka: 'mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Anak Manusia, yakni Yesus Kristus, berkuasa mengampuni dosa, karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia. Sepertinya mengampuni dosa itu lebih berat daripada menyembuhkan, karena mengampuni adalah hak yang dimiliki oleh Allah dan tidaklah demikian dengan pelbagai anugerahNya, termasuk di dalamnya karunia untuk menyembuhkan. Pengampunan dosa adalah karya penebusan umat manusia yang berpuncak pada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

'Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!', kata Yesus kepada orang lumpuh itu;  dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah. Segala karya Allah selalu menyenangkan hati umatNya, dan itulah yang terjadi saat itu.  'Yang begini belum pernah kita lihat', seru mereka semua. Mereka melihat segala yang indah dan tepat pada saat yang dirindukan oleh mereka semua.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, rajailah kami selalu, sebab hanya bila Engkau meraja dalam diri kami, kami akan mengalami sukacita yang berkepanjangan.

Santo Antonius, doakanlah kami, sebab engkau sahabat Tuhan yang baik. Amin.





Contemplatio:

 

'Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'.



 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening