Jumat dalam Pekan Biasa IV, 31 Januari 2014

2Sam 11: 1-17  +  Mzm 51  +  Mrk 4: 26-34

 

 

Lectio :

Suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

 

 

Meditatio :

Datangnya Kerajaan Allah tidak dapat diperhitungkan secara matematis. Tak seorang pun dapat mengamati secara inderawi. Inderawi manusia tak mampu mengamati tumbuhnya Kerajaan Allah; tak ubahnya bagaikan benih yang tumbuh di tanah itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Namun tak dapat disangkal kehadiranNya dapat dinikmati secara indah dan menyenangkan dalam keseharian hidup. Setiap orang yang tumbuh dalam proses kehidupan, demikianlah tumbuhnya Kerajaan Allah dalam perjalanan hidup manusia.

Secara istimewa Yesus malahan mengingatkan, bahwasannya tumbuhnya Kerajaan Allah itu tidak dalam aneka peristiwa yang menggemparkan dan mengejutkan banyak orang. Dia hadir, tidak hanya dalam aneka mukjizat, yang menjadi kesukaan banyak orang. KehadiranNya sungguh-sungguh dalam hal yang amat sederhana dan kecil, tak ubahnya ‘seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi, tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya’. Kiranya yang perlu ditumbuhkembangkan adalah pemahaman akan kehadiran Kerajaan Allah dalam keseharian hidup manusia, umatNya. Hendaknya kita tidak membatasi keterbukaan diri untuk berani mengakui bahwa Kerajaan Allah hadir tidak sebatas terjadinya aneka mukjizat. Mukjizat membuat bibir seseorang tertawa dan bertepuk tangan, salib menjadikan manusia selamat, dan salib itulah yang dipanggul Yesus untuk mencapai kemuliaanNya.

‘Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Yesus memberitakan firman kepada para murid sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada keduabelas murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri’. Kepada mereka yang dicintaiNya, Yesus melimpahkan berkatNya secara istimewa, tidaklah demikian dengan mereka yang memang kurang menaruh perhatian kepadaNya; perumpamaan disampaikan memang ‘supaya sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun’ (Mrk 4: 12).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kmi menikmati hidup ini dengan penuh sukacita. Semoga hari raya Imlek yang dirayakan bangsa kami dalam hari libur bersama keluarga membuat kami semakin berani berharap kepadaMu, sang Empunya kehidupan ini.

Santo Yohanes don Bosco, doakanlah kami. Amin.





Contemplatio:

 

Kerajaan Allah ada di tengah-tengahmu.

 

 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening