Jumat sesudah Penampakan Tuhan, 10 Januari 2014

1Yoh 5: 5-13  +  Mzm 147  +  Luk 5: 12-16

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

 

 

Meditatio :

'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku',  seru seorang yang terserang penyakit kusta kepada Yesus. Dia begitu berani; dia mendekat dan bertelut di hadapan Yesus, dia tidak seperti sepuluh orang kusta yang pernah disembuhkan Yesus, yang memang mereka berteriak dari jauh mengingat mereka adalah orang-orang najis yang tidak boleh menampakkan diri di depan umum.

Orang kusta itu berani datang kepada Yesus, karena dia percaya bahwa Orang Nazaret ini mampu memberikan yang terbaik bagi dirinya; walau tak dapat disangkal, dia tidak mampu memaksa sang Guru untuk menolong dirinya, maka dengan penuh kepasrahan dia hanya mampu memohon jika Engkau berkenan. Kiranya iman kepercayaan orang kusta ini juga menjadi iman kepercayaan kita, sebab 'Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup' (1Yoh 5: 11-12). Bukankah kita merindukan hidup kekal bersamaNya?

Mendengar permintaannya itu, Yesus langsung menjawab sembari menjamah orang itu: 'Aku mau, jadilah engkau tahir'. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga, dan Dia tidak mengajaknya supaya mengikutiNya, malahan Yesus meminta: 'pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Yesus tidak meminta mereka pula untuk melambungkan syukur kepada Tuhan, karena telah membuat dirinya baik adanya, membuat dirinya sembuh dan sehat. Mengapa Yesus berkata demikian kepada orang kusta itu? Apakah kesembuhan seseorang tidak menjadikan sebuah ukuran bagi orang yang telah mendapatkan berkatNya? Begitu kuatkah tradisi Musa dalam jamanNya? Mereka bukannya diminta datang kepada para tabib untuk menyatakan kesehatan mereka, malahan mereka diminta datang kepada para imam, yang seharusnya mengurusi peribadatan. Atau memang para imam telah mengambil alih ladang sesamanya, karena mereka mempunyai kedudukan sosio-religio yang kuat? Kemungkinan adanya kesehatan ala rohani yang menjadi hak mereka.

Namun kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.  Sepertinya orang yang telah disembuhkan tadi memberitakan ke mana-mana apa yang telah diterimanya dari Yesus; dan sebetulnya bagaimana mungkin dia dapat berdiam diri menerima dan mengalami sukacita yang tak terkatakan itu, tanpa menceritakannya kepada orang lain? Orang yang disembuhkan itu melanggar perintah Tuhan tetapi tidak mendatangkan dosa bagi dirinya.

Yesus Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. Mengapa Yesus mengundurkan diri? Apakah karena banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga untuk makan saja bersama murid-muridNya, mereka tidak sempat (Mrk 6: 31)? Atau memang kita pun harus berani menyempatkan diri untuk retret, yakni meninggalkan umat demi umat?

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus,  Engkau selalu melayani umatMu dengan penuh sukacita; semoga kami tidak sombong bila kami mampu menyelesaikan aneka tugas pelayanan yang dipercayakan kepada kami,  dan semoga kami senantiasa tidak lupa untuk berdoa dan bersyukur kepadaMu.  Amin





Contemplatio:

 

'Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa'.

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening