Kamis dalam Pekan Biasa I, 16 Januari 2014

1Sam 4: 1-11  +  Mzm 44  +  Mrk 1: 40-45

 

 

Lectio :

Suatu hari seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.


 

Meditatio :

'Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku', pinta seorang kusta yang berani menerobos kerumunan banyak orang untuk mendapatkan kesembuhan dari Yesus. Yesus pasti mau menyembuhkan setiap orang yang memintanya, tetapi karena sikapnya yang nekat dan menerobos aturan social itu, apakah masih mendapatkan perhatian daripadaNya? Untuk itulah kalau Engkau mau,  sembuhkanlah aku.

Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: 'Aku mau, jadilah engkau tahir',  dan sungguh seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Yesus memenuhi harapan setiap orang yang percaya kepadaNya.

'Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Itulah peringatan keras yang diberikan Yesus kepada orang yang telah sembuh dari penyakitnya. Dia tidak diminta mengikuti diriNya dan menjadi muridNya, melainkan diminta kembali pulang, sembari menunjukkan diri kepada para imam bahwa dirinya telah sembuh dan mohon diperkenankan kembali kepada masyarakat. Namun orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana. Bagaimana dia harus menyatakan dirinya kalau dia tidak memberitahukan peristiwa indah yang telah dialaminya, dan siapakah yang membuat dirinya sembuh? Bagaimana dia harus berdiam diri? Kesembuhan dari sakit memang menyenangkan hati setiap orang, layaklah kalau dia selalu berbagi sukacita itu kepada sesamanya. Karena cerita yang menarik hati, banyak orang datang dan berusaha menemui Yesus, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Ketidak-taatan orang yang disembuhkan itu tidak mendatangkan dosa tentunya, tetapi menghalangi Yesus yang ingin masuk kota dan mewartakan Injil di dalam bait Allah. Namun semuanya itu tidak meniadakan maksud baik Allah yang hendak menyelamatkan umatNya.

Bagaimana memahami kemauan orang yang disembuhkan Yesus itu? Dia tidak mentaati perintah dan kehendak Dia yang menyembuhkan? Bagaimana juga memahami kekalahan orang-orang Israel dari bangsa Filistin, padahal mereka sebelumnya sudah mengakui: 'Allah mereka telah datang ke perkemahan itu,  dan mereka berkata: celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu. Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun' (1Sam 4: 7-8)?

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kamipun mempunyai penyakit fisik dan psikis yaitu kelemahan-kelemahan kami,  yang dapat menular dan membuat orang lain terluka oleh sikap kami. Kami datang dan mohon belas kasihMu, ya Yesus, agar kami Engkau pulihkan, sehingga setiap orang yang berjumpa dengan kami merasakan juga sukacita yang berasal daripadaMu.  Amin





Contemplatio:

 

'Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku'.





 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening