Kamis dalam Pekan Biasa IV, 30 Januari 2014

2Sam 7: 18-29  +  Mzm 132  +  Mrk 4: 21-25

 

 

Lectio :

Suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

 

 

Meditatio :

‘Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian’, kata Yesus kepada para muridNya, karena memang lampu dian dimaksudkan untuk menyinari banyak orang. Maka di mana pun dia diletakkan, sekali lagi bukan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, dia akan tampak dan mudah dilihat orang, dan sebaliknya dia juga akan menerangi aneka macam barang sehingga mampu dilihat oleh banyak orang.

Karena itu,  ‘tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap’. Sebab kita ini bagaikan lampu dian yang mudah dipandang oleh banyak orang, segala yang kita lakukan akan mudah dievaluasi oleh orang-orang yang ada di sekitar kita. Kiranya harus kita syukuri bahwasannya kita menjadi pelita atau lampu dian,  dan bukannya sendok makan yang sering digigit oleh mereka yang sedang gandrung dengan menu makanan yang digemarinya. Tanggungjawab pelita dan sendok memang berbeda; mana yang lebih penting, dan mana yang lebih berguna menjadi pelita atau menjadi sendok? Mudah dilihat dan banyak mendapat perhatian dan tuntutan adalah tugas sebuah pelita dibanding sendok. Dengan menjadi pelita, banyak orang tahu siapakah kita. Banyak orang akan memandang kita dan mengevaluasi segala yang kita lakukan dan perbuat. Apakah karena alasan ini banyak orang tidak mau aktif di lingkungan dan wilayah atau paroki di mana dia berada, tetapi aktif dalam aneka komunitas-komiuntias kategorial atau di daerah di mana dia tidak berdomisili?

Dalam pergaulan sehari-hari, tanpa disadari, kita begitu mudah Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian’menuntut orang lain: mereka harus begini dan begitu. Kita ingin semua orang  mengikuti kemauan dan keinginan kita. ‘Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu’, kata Yesus. Apa yang kamu minta dari orang lain, juga akan dikenakan padamu; malahan ‘di samping itu akan ditambah lagi kepadamu’, karena kamu telah banyak menerima daripada lainnya. Dengan menerima banyak anugerahNya, kita diminta untuk semakin berani membagikannya kepada orang lain, karena memang segala yang indah diberikan Tuhan (2Sam 7: 29) kepada kita demi kepentingan bersama (1Kor12). ‘Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya’, tegas Yesus.

‘Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!’.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, semangatilah kami untuk selalu memancarkan sinar terangMu dalam hidup kami, sehingga hidup kami benar-benar menjadi terang bagi sesame kami, malahan kamu menjadi harapan bagi mereka semua.  Amin




Contemplatio:

 

'Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian’.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening