Pesta Bertobatnya Rasul Paulus, 25 Januari 2014

Kis 22: 3-16  +  Mzm 117  +  Mrk 16: 15-18

 

 

Lectio :

Sebelum terangkat ke surge, bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'.

 

 

Meditatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'.  Penegasan Yesus untuk selalu memberitakan Injil inilah yang dipegang teguh oleh Paulus dalam karya pelayanannya. Dia memang tidak pernah mendengar langsung sabda Tuhan itu, tetapi dengan nada yang sama ia pernah mendengarkannya dari Ananias, yang pernah menolongnya ketika dia mendapatkan rahmat pertobatan. Katanya pada waktu itu kepada Saulus: 'Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!' (Kis 22: 14-16).

Permintaan Yesus itulah yang dia terjemahkan secara terang-terangan dalam hidupnya. 'celakalah aku jika tidak mewartakan Injil; dan inilah upahku dalam mewartakan InjilNya, yakni aku boleh mewartakan Injil tanpa upah' (1Kor 9). Panggilan hidup Paulus adalah mewartakan Injil Allah. Kalau sebelumnya hukum Taurat yang dijunjung tinggi dan dikumandangkan di mana-mana, kini berkat rahmat pertobatan yang diterimanya mengubah dia sebagai pewarta Injil Kerajaan Allah.

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'. Janji Yesus ini tidak diperhitungkannya. Dia memuji bahagia setiap orang yang menerimanya, tetapi dia tetap mengingatkan bahwa pelbagai anugerah yang diberikan Tuhan itu dilimpahkan kepada umatNya demi kepentingan bersama (1Kor 12: 7), karena semua orang yang percaya kepada Kristus Tuhan adalah TubuhNya Dia sendiri (Rom 12). Malahan Paulus secara sengaja menunjukkan karunia terindah yang harus dirindukan oleh setiap orang, yakni kasih (1Kor 13). Walau seseorang dapat melakukan segala sesuatu, bahkan mengurbankan nyawa, tetapi jika dia tidak mempunyai kasih, semuanya akan sia-sia.

Pertobatan Paulus kembali mengingatkan kelemahan manusia di hadapan Allah. Segala kemampuan yang diandalkan seseorang, jikalau memang tidak digunakan untuk kepentingan bersama dan dalam nama Allah, semuanya akan sia-sia. Paulus yang mempunyai kepandaian hebat dan kepiawaian dalam berkomunikasi, tetapi semuanya terasa sia-sia dan bahkan membinasakan dirinya, karena tidak disatukannya dalam nama Tuhan sang Empunya kehidupan. Kalau pun dia mempelajari hukum Taurat, tetapi tidak diarahkan kepada kehadiran Tuhan sendiri sebagaimana yang tersurat dalam hukumNya, maka kepandaian itu akan pudar. Paulus telah membutikan semuanya itu.

Pertobatan Paulus juga mengingatkan kita semua agar kita berani mengutamakan Tuhan Yesus dari segala-galanya. Sebagaimana Allah adalah Kasih (1Yoh 4: 8), demikianlah hidup kita harus bersumber dan membuahkan kasih.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, semoga kemampuan yang kami miliki tidak membuat kami menjadi sombong, tetapi dengan penuh kasih kami malahan dapat  menjadi pewarta Injil lewat sikap hidup kami, yang meneladan Engkau, dan boleh menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekeliling kami.

Santo Paulus, doakanlah kami,  Amin




Contemplatio:

 

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.



 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening