Rabu dalam Pekan Biasa I, 15 Januari 2014


1Sam 3: 1-10.19-20  +  Mzm 40  +  Mrk 1: 29-39

 

 

Lectio :

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 

 

Meditatio :

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Mengapa Yesus bersama kedua muridNya itu singgah di rumah Simon dan Andreas? Apakah Yesus mengadakan kunjungan persaudaraan?  Mengapa mereka pergi ke rumah Simon, dan bukannya ke rumah Zebedeus, orangtua Yakobus dan Yohanes? Mungkin karena rumah Simon berdekatan dengan tempat pelayananan mereka. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Bersyukurlah ibu mertua Petrus atas kunjungan mereka semua. Kedatangan Yesus bersama para murid mendatangkan berkat bagi keluarga.  Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; hanya saja Yesus tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Mengapa Yesus melarang mereka berbicara? Bukankah pembicaraan mereka tentang Yesus Orang Nazaret, karena mereka mengalami perlawanan daripadaNya? Apakah Yesus tidak mau diperbincangkan oleh kuasa kegelapan? Dari manakah orang-orang mengetahui bahwa Yesus ada di rumah mertua Simon, sehingga dalam waktu yang begitu singkat seluruh kota datang membawa saudara dan saudari mereka yang sakit?

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Yesus Tuhan menyempatkan diri untuk berdoa dan berdoa. Berdoa sepertinya menjadi nafas kehidupan Seorang Tuhan. Waktu pertama yang dilakukan adalah persembahan diri kepada sang Empunya kehidupan. Yesus mengajarkan agar perhatian dan waktu pertama dan utama diberikan kepada Tuhan Allah, yakni dengan berani berdoa. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia. Ternyata Simon ada di rumah ketika Yesus bersama-sama Yohanes dan Yakobus mengunjungi rumahnya. Simon Petrus bersama Andreas yang pernah meninggalkan segala-galanya itu lalu mengikuti Yesus seperti harus diartikan sebagai sikap hidup. Ketidak-terikatannya pada orang-orang yang ada di sekitarnya, juga akan segala harta benda yang dimilikinya dan mampu mengarahkan perhatiannya kepada Tuhan sang Guru adalah sikap hidup yang benar dalam mengikuti Yesus; dan ternyata benar, bahwasannya dalam sejarah Gereja telah dinyatakan adanya banyak praktek-praktek kehidupan yang menjabarkan kemauan meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Kristus.

Waktu menemukan Yesus, mereka berkata: 'semua orang mencari Engkau'. Sepertinya pagi itu sudah banyak orang mencari Dia; tengah malam tentunya mereka sudah berangkat dari rumah meninggalkan segalanya dan mencari Yesus. Jawab-Nya: 'marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang'. Yesus langsung meninggalkan kota itu, tanpa pulang terlebih dahulu ke rumah Petrus. Dia tidak pergi jauh, melainkan kota-kota yang berdekatan sehingga memungkinkan orang lain untuk menyusul Dia. Namun tak dapat disangkal, Yesus tidak mau mengikatkan diri di suatu tempat, karena memang Dia datang bukan untuk komunitas-komunitas tertentu melainkan untuk semua orang, terlebih mereka yang merindukan keselamatan daripadaNya. Injil diwartakan guna menjawab kebutuhan banyak orang merindukan keselamatan daripadaNya.

Karena kemauan Yesus yang tidak mau berhenti di suatu tempat itulah yang membuat kita juga bisa mendengarkan pengajaranNya yang menyelamatkan. Sabda dan kehendakNya memungkinkan, dan memberi kepastian kepada kita semua untuk menikmati keselamatan daripadaNya. Kiranya kata-kata Samuel juga menjadi kata-kata kita setiap kali Dia menyampaikan sabdaNya: 'bersabdalah ya Tuhan, hambaMU siapa mendengarkan' (1Sam 3: 10).  Sikap Samuel akan memungkinkan kita untuk semakin berani berkata-kata, sebagaimana yang diucapkan Maria: 'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu'.

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kehadiranMu selalu membawa kesembuhan dan sukacita bagi setiap orang. Kami bersyukur untuk setiap anugerah yang  bisa kami nikmati bersama Engkau, kiranya kamipun mampu melayani dan membagikan sukacitaMu kepada sesama yang membutuhkan kami . Amin





Contemplatio:

'Marilah kita pergi ke tempat lain, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang'.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening