Selasa dalam Pekan Biasa I, 14 Januari 2014

1Sam 1: 9-20  +  Mzm   +  Mrk 1: 21-28

 

 


Lectio :

Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

 

 

Meditatio :

'Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.' Inilah keunggulan Yesus yang mengajar dengan penuh kuasa. PengajaranNya mengalahkan para ahli Taurat, yang kiranya dapat kita mengerti karena memang Dialah sang Sabda itu sendiri. Dialah Allah yang menjadi manusia. Sabda yang penuh kuasa dan menjadikan segala sesuatu, kini menyatakan diri di hadapan umatNya. Inilah kiranya alasan mengapa Dia mengajar dengan penuh kuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Kiranya menjadi pemahaman bagi kita semua hanya sabda yang diwartakan itulah yang memberikan kuasa kepada setiap orang, dan bukannya aneka pengajaran lainnya.

'Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat'. Orang yang kerasukan roh jahat adalah orang yang membiarkan diri dipimpin oleh roh jahat, atau memang malahan meminta bantuannya. Orang itu berteriak: 'apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'. Dia yang kerasukan roh jahat dapat menyebut bahwa Yesus itu adalah Dia yang kudus dari Allah. Menarik memang, dia yang dikuasai roh jahat dapat mengeluarkan kata-kata yang indah. Yang jahat memang tidak selalu tampak dalam diri yang menakutkan dan menggertak. Dalam kelembutan, dia mampu menampilkan diri. Dalam bait Allah, dalam gereja, dia tampil dengan indahnya. Karakter dari roh jahat yang membentengi orang-orang yang direnggutnya adalah kemunafikan.

Sebaliknya, tak jarang ketika berjumpa dengan segala kebaikan dan kebajikan, kita malahan mengumpatnya sebagaimana yang dilakukan Eli, ketika dia melihat Hana berkomat-kamit dalam doanya, 'Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu' (1Sam 1: 12-14). Semuanya bisa terjadi, karena memang banyak orang begitu terikat oleh penglihatan inderawi. Kemampuan inderawi menjadi ukuran kenyamanan hidup. Semuanya ini kiranya membuka mata hati kita untuk berani melihat segala yang baik dan indah yang dimiliki setiap orang. Keberanian untuk melihat dan mengakui keberadaan orang lain apa adanya, semakin membantu kita melihat kehadiran Tuhan yang tampak dalam anugerah-anugerah yang dinikmati oleh sesama kita.

'Diam, keluarlah dari padanya!', hardik Yesus. Dia tahu isi hati setiap orang. Yesus tidak terbuai dengan kata-kata indah yang keluar dari mulut umatNya. Kalau pun seseorang berteriak-teriak: 'Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?', Dia sang Empunya kehidupan dengan berterus terang berkata: 'Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!' (Mat 7: 22-23). Di hadapan Tuhan, kita memang tidak bisa berkata-kata manis. Kejujuran sebuah hati malahan menjadi persembahan yang menyenangkan hati Tuhan.

'Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya'. Kepada Dia Penguasa kehidupan, tidak ada satu pun kuasa yang berani dan mampu melawanNya. Hanya kepadaNyalah memang kita pun harus berani merundukkan diri. Sungguh layak dan pantaslah orang-orang yang takut Allah menuju dan memuliakan Allah ketika melihat segala yang indah dan baik adanya. 'Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya', seru mereka semua takjub sembari memperbincangkannya.

Tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkaulah sang Sabda yang menjadi manusia dan hadir ditengah- tengah kami, biarlah kamipun mampu memahami semua ajaran dan kehadiranMu melalui setiap peristiwa disekitar kami, sehingga dapat menikmati dan mensyukurinya. Amin





Contemplatio:

 

'Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya'.



 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening