Selasa dalam Pekan Biasa II, 21 Januari 2014

1Sam 16: 1-23  +  Mzm 89  +  Mrk 2: 23-28

 

 

Lectio :

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?" Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

 

 

Meditatio :

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: 'lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'. Bukankah di hari Sabat semua orang harus  tidak boleh melakukan aneka kegiatan? Sabat adalah hari yang dipersembahkan bagi Tuhan.  Mengapa Guru dari Nazaret ini berdiam diri, bila para muridNya melakukan sesuatu yang memang dilarang pada hari  Sabat? Apakah sang Guru membiarkan para muridNya jatuh dalam dosa?

'Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu,  yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam, dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?', jawab Yesus. Peraturan memang harus ditaati, tetapi tidaklah demikian bila terjadi yang darurat dan ketidak-normalan. Kiranya mobil ambulance yang sedang membawa orang sakit harus dimengerti kalau kendaraan itu terus berjalan, malahan meminta semua kendaraan memberi kesempatan pada dirinya untuk mendahului semua. Demikian juga para murid yang pada waktu itu sepertinya juga dalam keadaan lapar; mereka memetik biji gandum, bukan karena ingin mencuri, melainkan karena lapar.

Namun  lebih dari itu, 'hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat'. Peraturan dibuat untuk manusia dan bukan sebaliknya, tetapi juga tidak dimaksudkan Yesus mau menghalalkan cara bagi para muridNya; dan kiranya yang harus lebih dimengerti adalah Tuhan Allah tidak akan membiarkan setiap orang untuk jatuh dalam dosa, demikianlah kiranya Yesus tidak akan membiarkan para muridNya jatuh dalam kubangan dosa yang menenggelamkan. Dalam Yesus hanya ada kebenaran.

Kiranya Injil hari ini juga mengajak kita untuk semakin bijak dalam menghadapi hidup ini. Ada banyak hal yang tidak boleh memang diukur berdasarkan daya pemahaman pribadi. Dunia ini lebih luas dan tidak sebatas daya insani, yang kita banggakan, yakni akal budi kita. Daya mata memandang hanya sebatas puluhan meter, daya telinga mendengar pun demikian juga; daya kepekaan inderawi amatlah terbatas. Demikianlah adanya kemajemukan hidup ini, kita harus berani menerimanya, dan tidak segera memberi kesimpulan sesuai dengan daya insani kita. Peristiwa para murid yang memetik bulir gandum haruslah kita lihat secara penuh; ada baiknya kita melihat dan merasakan dunia ini bukan sebatas indera kita tetapi kita menikmatinya dengan hati, sebagaimana yang dilakukan Allah (1Sam 16: 1-13).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah kami untuk semakin mengenal hukum  kasih  yang Engkau ajarkan sendiri pada kami, agar dalam setiap tindakan, kami lebih memperhatikan sisi kemanusiaan dalam kasih daripada sekedar mementingkan aturan-aturan yang ada di lingkungan kami.  

Santa Agnes, doakanlah kami. Amin




Contemplatio:

 

'Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat'.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening