Selasa sesudah Penampakan Tuhan, 7 Januari 2014

1Yoh 4: 7-10  +  Mzm 2  +  Mrk 6: 34-44

 

 

Lectio :

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

 

 

Meditatio :

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Yesus yang tergerak hatinya oleh belas kasihan, maka mengajar merekalah Dia. Namun tidaklah demikian dengan para muridNya, mereka meminta Yesus: 'tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini'. Para murid berkata demikian, karena memang tidaklah terpikirkan memberi makan orang sebanyak ini, minimal ada lima ribu orang laki-laki, dan tentunya pasti ada banyak perempuan yang mendengarkan pengajaranNya. Namun aneh juga, kalau mereka para murid berani berkata: 'haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?'.  Seberapa banyakkah roti yang didapat bila mereka membeli dengan sebanyak dua ratus dinar? Mereka harus membeli di mana, bukankah hari sudah menjelang malam? Apakah pada waktu itu sudah ada breadtalk  atau rotiboy,  yang mudah di dapat di mana-mana?

'Kamu harus memberi mereka makan!',  pinta Yesus kepada para muridNya. Yesus meminta orang-orang yang tak berdaya itu memberi makan. Yesus meminta orang-orang yang telah percaya kepadaNya, yakni mereka para murid, untuk semakin berani juga memperhatikan sesamanya. Kepercayaan mereka kepada Tuhan Yesus mendapatkan balasan kepercayaan dari sang Guru untuk lebih berani melayani sesamanya.

Yesus menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Itulah mukjizat yang dibuat Yesus di depan mata para muridNya. Doa menjadikan segala-galanya baik adanya. Menarik juga untuk kita renungkan bersama, bahwasannya mengapa Yesus bertanya 'berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!'.  Tidak tahukah Yesus jenis makanan yang dibawa para muridNya? Mengapa Yesus harus bertanya berapa roti yang mereka bawa, bila memang Dia hendak memperganda roti? Apakah ada arti dari angka lima dan dua? Jumlah roti dan ikan sebanyak yang mereka bawa sebenarnya tidak berpengaruh sedikit pun terhadap pergandaan roti yang dilakukan sang Guru, bukankah mereka semua orang makan sampai kenyang.

Para murid yang sebelumnya tidak merasa mampu memberi makan orang sebanyak itu, karena memang hanya lima roti dan dua ekor ikan yang dimilikinya, ternyata mereka mampu membagi-bagikan roti yang telah diberikan Yesus kepada mereka. Mereka memang tidak mampu memberi, tapi mereka mampu membagi-bagikan roti dan ikan, yang  telah diambil dan dipecah-pecahkan terlebih dahulu oleh Yesus. Sedikit pun roti yang kita miliki dapat kita bagi-bagikan kepada orang lain, bahkan mereka dapat makan samai kenyang, bila kita biarkan Yesus mengambil dan memberkatinya.

Belaskasih Allah memang selalu membahagiakan umatNya. Allah menghendaki semua umatNya beroleh kebahagiaan dan selamat. Allah membahagiakan umatNya, bukan karena kemauan ataupun jasa umatNya, melainkan karena kemauanNya. Yohanes dalam suratnya yang pertama menegaskan hal ini, yakni 'bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita' (1Yoh 4: 10). Tidak jarang Allah juga melibatkan orang-orang yang dikasihiNya untuk ambil bagian dalam berbagi belaskasih, sebagaimana Yesus tadi meminta para muridNya untuk membagi-bagikan roti kepada banyak orang.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus,  berilah kami semangat untuk berani berbagi pada mereka yang membutuhkan kami, karena kami telah terlebih dahulu menikmati belas kasihMu. Amin   




Contemplatio:

'Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala'.


 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening