Senin dalam Pekan Biasa IV, 27 Januari 2014

2Sam 5: 1-10  +  Mzm 89  +  Mrk 3: 22-30

 


 

Lectio :

Suatu hari ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan." Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.


 

Meditatio :

'Ia kerasukan Beelzebul, dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan'. Itulah komentar ahli-ahli Taurat dari Yerusalem terhadap Yesus. Apakah memang mereka tidak mengenal Yesus, Anak Daud? Apakah memang karena sengaja semuanya itu dikatakan guna melemahkan iman kepercayaan banyak orang?

Menanggapi pernyataan mereka Yesus menjawab: 'bagaimana iblis dapat mengusir iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya'. Bukankah mereka juga menggalang kesatuan di antara mereka? Walau pun mereka iblis tetapi mereka itu bukan mahluk bodoh. Mereka malah berusaha menghasut dan menghasut umat manusia, ciptaan yang dikasihi sang Pencipta.

'Tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu.  Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu', tambah Yesus. Kuasa kegelapan harus dikalahkan oleh kuasa yang lebih besar daripada mereka. Kuasa Allah saja yang mampu mengalahkan mereka, karena memang Allah adalah sang Empunya kehidupan ini. Allah yang satu dan sama itu mampu mengalahkan kuasa kegelapan yang mengganggu ciptaan yang dikasihiNya.  

'Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan, tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal'.  Dosa kekal adalah dosa yang menolak Allah. Dia diundang dan diundang untuk bertobat dan kembali kepadaNya tetapi terus menolakNya, bahkan melawanNya. Bagaimana Tuhan dapat menerima dia kembali bila dia melawan sang Empunya kehidupan ini?  

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kamipun seringkali lemah dan goyah dalam iman, apabila menghadapi cobaan yang berat. Ampunilah dan bantulah kami, agar kami semakin diteguhkan imannya dan percaya, bahwa Engkaulah sang Empunya kehidupan yang berkuasa atas segala-galanya.   Amin




Contemplatio:

 

'Ia kerasukan Beelzebul, dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan'.



 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening