Senin sesudah Penampakan Tuhan, 6 Januari 2014

Yoh 3:22 - 4:6  +  Mzm 2  +  Mat 4: 12-17.23-25

 

 

Lectio :

Sewaktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

 

 

Meditatio :

Sewaktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Kematian Yohanes menjadi awal karya pewartaan Yesus, yang bukan dimulaiNya di kota, di mana Dia dibesarkan, yakni Nazaret, melainkan di Kapernaum. Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: 'bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!'. Pewartaan ini menyambung apa yang disampaikan oleh Yohanes. Awal tampilnya Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea, juga memberitakan: 'bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!' (Mat 3: 1-2). Pertobatan menjadi prasyarat utama untuk menerima kehadiran Kerajaan Surga. Sebab memang pertobatan adalah suatu sikap pindah ke lain hati, dari seorang, yang begitu terikat dunia, kepada Dia, yang terlebih dahulu menaruh hati kepada umatNya.

Mengapa Yesus mengawali dari Kapernaum, bukan dari Nazaret, di mana Dia dibesarkan, atau dari Betlehem, di mana Dia dilahirkan, kota raja Daud, sebuah kota terkecil dari antara suku-suku Yehuda, sebagaimana kita renungkan kemarin, pesta penampakan Tuhan? Yesus sengaja mengawalinya dari Kapernaum, 'supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 'tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang'. Sebab memang Yesus adalah 'Terang yang menerangi setiap orang,  dan sedang datang ke dalam dunia. Sesunguuhnya Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya' (Yoh 1: 9-10). Yesus datang membawa sukacita baru, yakni sukacita dalam dan bersama Allah.

 Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Mereka datang dari seluruh Siria, Galilea, Dekapolis, Yerusalem dan  Yudea, dan dari seberang Yordan. Mengapa orang dari Siro Fenesia dan Filipi tidak mendengar pewartaan Yesus dan datang kepadaNya? Demikian juga mereka yang berasal dari Samaria, bukankah mereka yang dari Yudea datang kepadaNya untuk mendengarkan sabda dan kehendakNya? Mendengarkan suara Tuhan memang berkaitan sungguh dengan kemauan hati, kemauan untuk hidup lebih baik di hadapan Allah.

'Apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita' (1Yoh 3: 22-23). Pernyataan Yohanes ini, bukannya mengajak kita bersikap pamrih dalam percaya kepadaNya, melainkan memberi penegasan: bahwasannya hidup dalam Allah, percaya kepada Kristus Tuhan, menjadikan hidup terasa lebih indah dan menyenangkan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur untuk segala yang indah yang kami alami dalam hidup kami. Buatlah kami hari demi hari semakin berani mengandalkan Engkau, sebab hanya dalam Engkau ada kehidupan, yang membahagiakan.  Amin




Contemplatio :

 

'Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening