Jumat dalam Pekan Biasa VI, 21 Februari 2014


Yak 2: 14-26  +  Mzm 112  +  Mrk 8:34 – 9:1

                                                                                          

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."  Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."

 

 

Meditatio :

Kalau Yesus kemarin menegaskan bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan dibunuh, demikian juga orang-orang yang hendak mengikuti Dia. SabdaNya: ‘setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku’. Barangsiapa hendak mengikuti Dia tidak cukup, dan memang tidak boleh berpangku tangan, dia harus berani menghayati hidup sebagaimana sang Mesias hidup. ‘Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya’. Yang menentukan jiwa beroleh selamat bukanlah diri seseorang melainkan Dia sang Empunya kehidupan. Allah sendiri yang harus menjadi taruhan keselamatan bagi setiap orang. ‘Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya, karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?’.  Segala kuasa dan harta benda tak mampu menjadi jaminan seseorang beroleh keselamatan. ‘Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya’ (Mzm 49: 8-9). Hidup itu amatlah berharga, hanya Tuhan yang berkuasa atas kehidupan umatNya.

‘Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus’. Penegasan Yesus ini mengingatkan setiap orang untuk berani mengakui diri sebagai muridNya, tentunya segala konsekuensi yang diterima seseorang karena mengikuti Kristus Yesus sang Guru. Bagi orang-orang yang commit,  memang penyataan Yesus ini tidak berbicara sama sekali, sebab memang setiap orang harus berani menunjukkan diri bahwa dirinya mendapatkan kekuatan dan inspirasi hidup dari sang Kristus Tuhan, dan malahan sebaliknya dia menunjukkan segala yang indah dan membahagiakan itu ditunjukkan terhadap sesama sebagai rasa terima kasih kepada Dia sang pemberi. Sebagaimana Allah mengasihi aku, demikian juga aku mengasihi sesamaku, malahan aku harus semakin berani menemukan kahadiran Dia sang penguasa kehidupan itu dalam diri sesama. Yakobus dalam suratnya kepada kita hari ini mengajak agar kita menampakkan iman, pengenalan kita akan Allah dalam perbuatan sehari-hari. Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2: 14-26).

‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa’. Siapakah yang dimaksudkan Yesus dengan penyataanNya itu? Tidak ada orang yang mengerti. Bagaimana dengan Simeon yang memang pernah berseru ya Tuhan, ijinkanlah hambaMu berpulang sebab mataku telah melihat keselamatan yang berasal daripadaMu. Adakah Simeon yang lain?

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, mampukan kami untuk berani menghadapi tantangan dan resiko atas iman kami kepadaMu, dan biarlah melalui salib tersebut kami juga dapat mendapatkan kekuatan dari Engkau untuk dapat menunjukkan hal- hal yang indah pada sesama kami.  Amin






Contemplatio :


Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku’.



 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening