Kamis dalam Pekan Biasa IV, 6 Februari 2014

2Raj 2: 1-12  +  Mzm   +  Mrk 6: 7-13

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

 

Meditatio :

Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Yesus mengutus para muridNya pergi berdua-dua, tetapi Dia memberi mereka perbekalan yang penting untuk karya pelayanan mereka. Perbekalan yang dimaksudkan adalah kuasa ilahi, dan bukannya aneka perbekalan sandang dan pangan, yang memang tak jarang akan menghambat seseorang dalam karya pelayanan. Perhatian pada perbekalan akan mengalihkan hati dan budi seseorang yang memang telah dipersembahkan kepada Tuhan.

‘Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka’. Penegasan Yesus ini sungguh mengingatkan bahwa mendengarkan sabda Tuhan adalah kewajiban setiap orang, sebab memang  sabda Tuhan memberi kehidupan dan keselamatan bagi setiap orang. Sebab sabda adalah kehendakNya yang menyelamatkan; dan keinginan dan kemauan Allah adalah agar semua orang beroleh selamat. Penegasan yang sama pernah disampaikan juga oleh Daud kepada Salomo, anaknya. ‘Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel’ (1Raj 2: 3-4). Mendengarkan sabda Tuhan adalah kebutuhan hidup.

Tanpa banyak komentar, pergilah para murid memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Ada tiga perutusan yang ternyata disampaikan Yesus kepada mereka, yakni berita pertobatan, sebab hanya sikap tobat membuat seseorang tundak dan taat kepada Tuhan, pengusiran kuasa kegelapan, yang memang selalu mengganggu orang-orang beroleh selamat, dan penyembuhan orang-orang sakit yang menyatakan kuasa Allah atas kehidupan ini.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk setia mendengarkan sabdaMu yang memberi kehidupan dan menyelamatkan. Jauhkanlah kami dari keterikatan duniawi yang akan menghambat tugas-tugas pelayanan kami, supaya kami sungguh-sungguh hanya mengandalkan Engkau, sang Penyelamat kami.  

Santo Paulus Miki, doakanlah kami.  Amin




Contemplatio:

 

'Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening