Pesta Takhta Santo Petrus, 22 Februari 2014


1Pet 5: 1-4  +  Mzm 23  +  Mat 16: 13-19

                                                                                          

 

Lectio :

Suatu hari Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

 

Meditatio :

Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga’, jawab Yesus yang menanggapi iman kepercayaan Petrus. Dengan jujur dan berani, karena memang pengenalannya, Petrus tidak ikut-ikutan seperti kata orang yang mengatakan bahwa ‘Anak Manusia itu adalah Yohanes Pembaptis, atau Elia, atau Yeremia atau salah seorang dari para nabi’, tetapi dengan tegas mengatakan: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup’. Kebersamaannya dengan Yesus setiap hari di mana dia mendengarkan dan berbicara bersamaNya membuat Petrus berani memberi kesimpulan bahwa Dia ini adalah Mesias yang dijanjikanNya untuk datang ke tengah-tengah umatNya. Walau tak dapat disangkal, pengenalan Petrus dapat dengan tepat mengenai sasaran karena dia selalu mendengarkan dan mendengarkan sabdaNya, sehingga dia mampu mengatakan yang Bapa di surga nyatakan.

‘Aku pun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya’. Petrus dijadikan batu landasan berdirinya sebuah komunitas yang percaya kepada Allah, bukan karena karakter hidupnya, melainkan karena iman kepercayaan kepada sang Mesias. Komunitas itu akan hidup dan berkembang, karena Allah sendiri hadir di dalamnya. Komunitas itu akan menghadirkan keselamatan bagi dunia, sehingga memang benarlah kuasa maut tak akan menguasainya, karena komunitas dan jemaat itu adalah milik Allah sendiri.

‘Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga’. Kuasa yang begitu besar dilimpahkan kepada Petrus karena kepercayaannya kepada sang Guru, Mesias dari Allah. ‘Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu’  (Yoh 14: 12). Kepercayaan kepada Kristus Tuhan sungguh-sungguh mengubah wacana manusia yang amat sangat terbatas. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah dan itu bisa terjadi dalam diri setiap orang. Iman sebesar biji sesawi saja membuat hati Tuhan untuk mengijinkan seseorang memindahkan bukit ke dalam lautan. Iman mengubah dunia.

Kuasa yang agung dan mulia itu ternyata juga dinikmati oleh setiap orang yang ambil bagian dalam karya penggembalaan Petrus. Setiap orang diundangNya untuk ambil bagian di dalamnya, karena memang sabdaNya ditaburkan dalam tanah yang berbeda satu dengan lainnya. Karena itu, Petrus berpesan: ‘gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu’ (1Pet 5). Petrus meminta demkian, karena memang kepercayaan yang indah dan luar biasa telah diserahkan Tuhan Yesus kepada GerejaNya, apalagi sang Guru sendiri memberi teladan, bahwasannya Dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, berilah kami kesetiaan untuk selalu mendengarkan sabdaMu, sehingga kami dapat mengenal Engkau dengan baik secara pribadi. Dan iman tersebut boleh menjadi landasan kuat bagi kami dalam membangun komunitas di sekitar kami yang akan semakin bertumbuh karena Engkau sendiri yang hadir di dalamnya.

Santo Petrus, doakanlah kami.  Amin





Contemplatio :

 

‘Aku berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya’.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening