Rabu dalam Pekan Biasa V, 12 Februari 2014


1Raj 10: 1-10  +  Mzm 84  +  Mrk 7: 14-23

                                                                                          

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!’.

Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

 

Meditatio :

‘Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah’, tegas Yesus kepada para muridNya. ‘Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya’. Ternyata penyataan Yesus ini tidak dimengerti baik oleh para murdNya. Sebab ketika Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Para murid tidak bisa menghubungkan penyataan Yesus ini dengan persoalan yang diajukan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang mempersoalkan mereka makan dengan menggunakan tangan yang najis. Tangan najis adalah tangan yang kotor, yang tentunya membawa banyak kuman dan bakteri jika kita tidak membasuhnya terlebih dahulu sebelum makan. Cuci tangan sebelum makan cukuplah kita lihat sebagai tindakan sehat.

‘Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya?’, sahut Yesus, ‘Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?’.  Semua makanan tidak membuat diri seseorang menjadi najis atau kotor, bahkan berdosa. Dosa bukanlah soal makanan, dan sebaliknya makanan tidak menyebabkan seseorang najis dan berdosa, walau tak dapat disangkal ada beberapa makanan yang menyebabkan seseorang jatuh sakit. Dengan demikian, Yesus menyatakan semua makanan halal; bukankah semua yang diciptakan oleh Tuhan itu baik adanya?

Sebaliknya,  ‘apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang’. Kejahatan memang berasal dari dalam hati manusia, dan bukannya dari luar; walau tak dapat disangkal segala yang bisa dilihat, dicium, diraba dan didengar dapat merangsang dan menimbulkan seseorang melakukan kejahatan. Hati seseorang yang menentukan kejahatan dirinya. Kiranya hukum pantang dan berpuasa adalah latihan diri bahwa manusia itu hidup tidak bergantung dari segala yang berasal dari luar, setiap orang diminta untuk mampu mengendalikan diri.

Bagaimana bila seseorang malahan mampu berbuat baik?  Tentunya perbuatan baik itu akan mengkondisikan orang lain untuk juga berbuat baik, dan bahkan memuji Bapa di surga, sebagaimana kita renungkan di hari Minggu lalu, asalkan saja semua perbuatan baik itu menghadirkan Allah sendiri yang murah hati dan penuh belaskasih.



Oratio :

Ya Yesus Kristus,  biarlah hidup kami menjadi sumber kebahagiaan bagi sesama kami melalui sikap dan tindakan kami yang tulus; dan semoga segala yang keluar dari diri kami memancarkan kebaikan hatiMu sendiri. Amin

 



Contemplatio:

 

‘Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?’.



 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening