Rabu dalam Pekan Biasa VII, 26 Februari 2014

Yak 4: 13-17  +  Mzm 49  +  Mrk 9: 38-40

                                                                                          

 

Lectio :

Suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."  Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.  Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita”.

 

 

Meditatio :

‘Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita’, seru Yohanes yang hendak menyatakan kesombongan dan kehebatan diri. Yohanes merasa diluar komunitas tak ada orang yang mampu berbuat apa-apa, sebaliknya kalau tokh ada orang yang mampu berbuat baik seperti yang mereka lakukan, harus diperingatkan dan dilarang, karena tidak sesuai dengan label yang mereka miliki. Mereka yang tidak satu komunitas dengan kita hendaknya tidak melakukan segala kebaikan yang seperti kita lakukan. Kesombongan diri memang begitu mudah tumbuh dan berkembang dalam diri orang-orang yang mapan hidupnya, ataupun mereka yang mempunyai segala kelebihan dan tidak berkekurangan. Kecenderungan insani amatlah kuat dalam diri setiap orang.

Kesombongan menunjukkan seseorang lupa akan keberadaan dirinya, sebaliknya orang yang rendah hati adalah orang yang tahu bagaimana keberadaan dirinya, terlebih di hadapan Tuhan sang Empunya kehidupan ini. Seharusnya kita tidak boleh berkata: ‘hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung, padahal kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Bukankah  hidup itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap’. Sebaiknya kita berkata ‘jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu’ (Yak 4).

‘Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku’, sahut Yesus. Memang orang tidak mampu menyatukan kuasa Allah dan kuasa kegelapan; dan bahwasannya segala pemberian yang baik itu berasal dari atas (Yak 1: 17). Kehadiran Allah yang baik itu tidak sebatas dalam komunitas kedua belas Rasul itu; demikian juga sekarang ini sesuai dengan semangat konsili Vatikan II, kita harus semakin berani menyadari bahwa di luar Gereja pun ada keselamatan, di luar komunitas kita, dalam namaNya ada orang yang mampu berbuat baik lebih daripada kita, ada juga komunitas-komunitas yang lebih baik daripada kita. Kesombongan diri adalah sikap menutup diri yang tidak mau memandang sesama kita, di mana Tuhan hadir dalam dirinya.

‘Tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku’; sekali lagi orang tidak akan mampu menyatukan segala kebaikan dan kejahatan, tetapi tidak dapat disangkal ada orang-orang yang mempunyai anugerah yang indah tetapi tidak menggunakan sebagaimana mestinya, sebab dia memiliki talenta ilahi sembari berbuat jahat, dia tidak melakukan kehendak dan sabdaNya. Itulah yang pernah dinyatakan Yesus ketika ada orang berseru-seru: ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga’, tetapi dengan tegas Yesus melawannya: ‘Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!’ (Mat 7: 22-23). Mereka itu serigala yang berbulu domba, dan Tuhan Yesus tahu siapakah mereka itu.

‘Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita’, tegas Yesus. Setiap orang berkemampuan berbuat baik, dan setiap orang harus mendapatkan kesempatan untuk mengungkapkan kemampuan dirinya. Kiranya nasihat santo Yakobus juga menjadi pemahaman bagi kita, bahwasannya ‘seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa’. Setiap orang harus menggunakan segala talenta yang diberikan Tuhan Yesus kepada dirinya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami percaya bahwa hanya dalam namaMu ada mujizat dan keselamatan, mampukan kami untuk tidak menjadi sombong dalam menggunakan talenta yang Engkau karuniakan pada kami. Dan kamipun dapat menerima siapa saja yang tidak seiman dengan kami, tapi yang melakukan kehendakMu sebagai saudara kami. Amin




Contemplatio :

‘Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita’.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening