Sabtu dalam Pekan Biasa VII. 1 Maret 2014


Yak 5: 13-20  +  Mzm 141  +  Mrk 10: 13-16

                                                                                          

 

Lectio :

Suatu hari banyak orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

 

 

Meditatio :

Suatu hari banyak orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Kerinduan hati banyak orang berbeda dengan perhatian para murid. Mengapa para murid tidak menghendaki orangtua mengajak anak-anak? Apakah mereka sudah lupa yang dikatakan Yesus kemarin bahwasannya barangsiapa menyambut anak kecil dalam namaKu, ia tidak akan kehilangan upahnya? Para murid ini sepertinya kurang memperhatikan suara sang Guru; mereka mendengar tetapi tidak mau mendengarkan dengan hati.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: ‘biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah’. Yesus menegur dengan keras sungguh terhadap mereka yang memang melanggar prinsip-prinsip kebenaran. Karena kasihNya, Yesus tidak segan-segan menegur para muridNya. Anak-anak mendapatkan perhatian, karena memang kelemahan dan keberserahan diri mereka menunjuk pada kerinduan mereka untuk selalu mendapatkan perlindungan dan kasih; dan orang-orang seperti merekalah yang kelak boleh menikmati sukacita ilahi, sebab empunya Kerajaan Allah’.  

‘Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya’. Pertama, penegasan Yesus kembali mengajak setiap orang untuk benar-benar berani bersikap seperti anak-anak dalam menginginkan dan merindukan keselamatan. Aneka kesibukan dan banyaknya persoalan hidup yang silih berganti datang dan pergi, hendaknya tidak menutup kemungkinan bagi setiap orang mendapatkan keselamatan  datangNya Kerajaan Allah di tengah-tengah kita. Kedua, selalu bersukacita dalam aneka pergaulan dan bebas dari aneka conflict of interest yang menjadi kekhasan anak-anak, kiranya juga menjadi sikap kita bersama. Ketiga, rasa kebersamaan dan saling berbagi juga tak dapat disangkal dapat kita lihat dalam pergaulan anak-anak kita; ketertarikan satu sama lain membuat seorang anak berani mengenal sesamanya. Kiranya rasa kebersamaan dan saling berbagi juga menjadi spiritualitas hidup kita sehari-hari, sebagaimana dinyatakan Yakobus dalam suratnya (5: 13-20), yang menyatakan: ‘kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa’. Sebaliknya, janganlah egoisme diri menyelimuti diri; kalau ada ‘anak-anak yang duduk di pasar sempat berseru kepada teman-temannya: kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung’ (Mat 7: 16-17), itu semua terjadi bila semenjak kecil, keluarga kurang memberi ruang dan waktu bagi putera-puterinya dengan teman-temannya sebaya. Egoisme dan kesombongan adalah buah-buah keluarga yang mengisolasi diri dari lingkungan.

Yesus lalu memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. Betapa bahagia dan senangnya mendapatkan berkat dari Tuhan, yang memang menghendaki semua orang beroleh keselamatan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, jadikanlah hati kami seperti anak-anak kecil yang lemah dan bergantung kepadaMu, supaya kami tidak menjadi sombong tetapi selalu berserah dan mohon perlindunganMu. Demikian pula berkat sukacita yang kami peroleh daripadaMu dapat kami bagikan pada sesama yang kecil, lemah dan terlantar. Amin




Contemplatio :

Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah!’

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening