Senin dalam Pekan Biasa V, 10 Februari 2014


1Raj 8: 1-13  +  Mzm 132  +  Mat 6: 53-56

                                                                                          

 

 

Lectio :

Suatu hari setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

 

 

Meditatio :

Suatu hari setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Nama Yesus makin lama makin melejit. He is a Top One. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja, dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Kita dapat membayangkan betapa ramainya sepanjang perjalanan Yesus bersama para muridNya. Mereka orang-orang yang sakit berebut menjamah Dia. Dalam Yesus Orang Nazaret ada kesembuhan. Itulah keyakinan mereka bersama. Apakah Yesus bertanya tentang soal penyakit yang mereka tanggung? Tentunya tidak. Yesus tidak bertanya dan bertanya tentang penyakit seseorang yang sakit, seolah-olah segala penyakit diketahuiNya, sebagaimana dilakukan oleh banyak teman kita yang suka bertanya-tanya, yang seringkali menambahi beban bagi yang sakit. Yesus hanya membiarkan mereka menjamah diriNya untuk mendapatkan kesembuhan dari kuat kuasa yang keluar dari diriNya.

Orang-orang sakit memang tidak mampu mengunjungi kita, kiranya amat baiklah kalau kita yang mengunjungi mereka dan memberikan penghiburan dan pengharapan kepada mereka. Kiranya juga meraka tidak akan menjamah kita, tetapi baiklah kita memberikan salam damai bagi mereka. Jabat tangan yang diiringi senyum manis akan meringankan mereka yang menderita. Kita datangi mereka, kita beri salam dia dan kita bercerita yang mengundang sukacita dan tawa, kita doakan bersama-sama benar-benar akan memberi penghiburan yang luar biasa.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami datang dengan segala kelemahan dan kerapuhan kami, ajari kami untuk semakin beriman kepadaMu. Dan mampukan kami untuk meneladani Engkau, dalam kebesaran kasih yang memberikan diri sepenuhnya untuk melayani sesama.

Santa Skolastika, doakanlah kami.  Amin





Contemplatio:

 

'Mereka meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja; dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh’.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening