Senin dalam Pekan Biasa VI, 17 Februari 2014


Yak 1: 1-11  +  Mzm 119  +  Mrk 8: 11-13

                                                                                          

 

Lectio :

Pada waktu itu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda." Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.

 

 

Meditatio :

Pada waktu itu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. Entah apa maksudnya meminta Dia memberikan suatu tanda dari surga, apakah mereka mulai mempunyai keyakinan bahwa Guru dari Nazaret ini berasal dari surga. Atau mereka semua iri hati terhadap kehebatan sang Guru, yang memang mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa? Kecemburuan dan irihati memang begitu mudah tumbuh dengan suburnya dalam diri orang-orang yang tidak mampu melihat dan mengakui bahwa ada orang yang lebih baik dari diri mereka. Kecemburuan yang dibiarkan tumbuh dan berkembang akan menimbulkan kejahatan, yakni seseorang akan dengan mudah membinasakan sesamanya, karena memang dia tidak mau keberadaan orang lain. Sebaliknya, seseorang yang mampu menerima keberadaan sesama apa adanya, dia malahan terdorong untuk bersyukur kepada Tuhan karena merasakan kehadiran Tuhan dalam diri sesamanya.

Maka mengeluhlah Yesus dalam hati-Nya dan berkata: ‘mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda’. Yesus selalu mengamini permohonan orang-orang yang merindukan bantuanNya, tetapi tidaklah demikian dengan mereka yang tidak percaya kepadaNya. Kepercayaan kepada Tuhan sang Empunya kehidupan akan mendatangkan berkat bagi setiap orang.  ‘Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit --, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya’. (Yak 1: 5-8). Kebimbangan diri saja mengurangi kemantapan doa seseorang, apalagi tentunya ketidak percayaan seseorang terhadap Dia sang Kehidupan. Itulah yang dinyatakan Yakobus dalam suratnya itu.

Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman dan mampukan kami agar dapat memandang kebesaranMu dalam setiap peristiwa yang terjadi dan mensyukurinya, sehingga kamipun dapat menerima keberadaan orang lain apa adanya, dan merasakan kehadiranMu di dalam diri mereka. Amin




Contemplatio:

 

‘Banyak orang meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga’.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening