Jumat Pekan Prapaskah II, 21 Maret 2014

Kej 37: 17-28  +  Mzm 105  +  Mat 21: 33-46

                                                                                          

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus berkata kepada banyak orang ynang mendengrkan diriNya; sabdaNya:  "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.  Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.  Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.  Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.  Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.  Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.  Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" 

Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."  Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.  Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

 

Meditatio :

Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur yang tidak tahu berterima kasih. Apa yang dilakukan sang pemilik kebun anggur?  ‘Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya’.  Itulah kiranya keputusan yang akan diambil sang tuan kebun anggur.

Apakah cerita di atas bukan berkata-kata tentang iri hati? Bukankah kemapanan sang pemilik anggur menjadi penyebab munculnya iri hati dari para penggarap? Tidak ada peristiwa iri hati sepertinya dalam cerita di atas; sebaliknya kerakusan dan keserakahan yang ingin mencaplok hak atas orang lain itulah yang terasa lebih nampak, walau tak dapat disangkal sikap iri hati juga dapat merusak persaudaraan dalam keluarga ataupun hidup bersama. Iri hati menimbulkan kebencian, dan tak segan-segan orang yang dikuasai iri hati dan cemburu dengan mudah menjatuhkan sesamanya, minimal pembunuhan kharakter seseorang.  Ada baik pengalaman Yusuf di tengah-tengah saudara-saudaranya (Kej 37) menjadi pengalaman kita bersama; dia menjadi sasaran empuk dari saudara-saudaranya, yang malahan seharusnya melindungi dan menyertainya.

Sebuah perumpamaan yang menggambarkan program dan karya keselamatan dari Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, yang ternyata tidak ditanggapi baik oleh orang-orang yang dipercayaiNya. Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita’, tegas Yesus. Ketidak-taatan dan penolakan manusia terhadap rencana dan kehendak Allah tidak meniadakan kemauan Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Allah tetap melaksanakan kehendakNya, hanya karena kasih, dan bukannya kelebihan dan jasa umatNya, atau segala kelemahan dan keterbatasan yang dimiliki umatNya. Aku mau semua umatKu beroleh selamat. Itulah perbuatan ajaib di mata kita, karena memang di luar daya nalar kita untuk bisa memahami dan mengerti kasih Allah kepada umatNya, yang memang semuanya dilakukan hanya dalam Yesus Kristus, PuteraNya, kepadaNya Dia berkenan.

‘Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu’. Keselamatan hanya dinikmati oleh orang-orang yang memang menginginkannya, dan bukan hanya oleh bangsa terpilih, bahkan tentunya oleh orang-orang yang mengaku anak-anak Allah tetapi tidak mau melaksanakan kehendak dan kemauan sang Bapa.

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya; maka  mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau memberikan kepercayaan kepada kami dalam menggunakan segala talenta dan kemampuan yang kami miliki, jauhkanlah kami dari keserakahan dan juga irihati agar tercipta persaudaraan  yang rukun diantara kami anak-anakMu dalam menikmati keselamatan bersamaMu. Amin






Contemplatio :

'Ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita'.



 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening