Rabu Pekan Prapaskah III, 26 Maret 2014

Ul 4:  1-9  +  Mzm 147  +  Mat 5: 17-19

                                                                                          

 

 

Lectio :

Pada suatu hari Yesus berkata kepda para muridNya: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga”.

 

 

Meditatio :

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya’.  Penegasan Yesus ini disampaikan sepertinya mengingta adanya banyak kesan pada waktu itu, bahwasannya Yesus, Guru dari Nazaret ini, hendak mengubah  dan menggeser hukum Taurat dan kitab para nabi, yang memang diimani oleh bangsa Israel, sebagai sabda Tuhan, dan menggantikannya dengan hukum baru. Anggapan ini banyak muncul, karena memang Yesus sering melakukan perbuatan-perbuatan yang berlawanan dengan aneka hukum yang sudah ada pada jaman itu; minimal dengan sengaja segala tindakan yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat diperbuatNya secara demonstrative. Mana yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat, menyelamatkan orang atau membinasakan? Yesus terang-terangan melawan segala aturan yang diharuskan pada hari Sabat.

‘Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. Hukum Taurat harus dipenuhi. Seba  hukum Taurat juga mengajarkan bagaimana seseorang harus mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan bahkan semuanya itu harus diajarkan dan diteruskan kepada anak cucu mereka (Ul 6). Kiranya bila ajaran cinta kasih ini belum terpenuhi, belum dilaksanakan oleh semua orang,  maka hukum Taurat tetap berlaku. Bahkan tak dapat disangkal, keberadaan aneka perintah dan hukumNya menjadi kebanggaan Israel di mata dunia, sebab mereka menjadi bangsa besar daripada bangsa-bangsa lain, karena ada Allah di tengah-tengah mereka (Ul 4: 5-9). ‘Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga’, sebab meniadakan hukum Taurat berarti meniadakan kehendak Tuhan.

Adakah aneka peraturan di Negara kita yang bertentangan dengan hukum cinta kasih, hukum yang dibawa dan dikumandangkan oleh sang Mesias?  Sampai tingkat Pancasila dan Undang-undang Dasar 45 tidak ada yang bertentangannya. Memang peraturan-perarturan di bawah keduanya lebih mengkonkritkan dan menjabarkan, tetap tak dapt disangkal ada beberapa nomer dari perarturan yang tegas-tegas berlawanan dengan hak azasi manusia, yang tentunya berlawanan dengan hukum cinta kasih. Ada beberapa peraruturan yang dibuat dari sudut tertentu, tanpa memandang kemajemukan dalam hidup bersama, yang berpihak pada kaum lemah, yang tentunya semuanya berujung pada mereka yang mempunyai massa lebih banyak daripada lainnya.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami semkain memahami sabda dan kehendakMu, yang memang tak jarang jauh dari keinginan dan harapan kami. Buatlah kami semakin berani percaya kepadaMu, bahwa Engkau hendak membuat segalanya baik bagi kami. Amin.

 




Contemplatio :

Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga’.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening