Sabtu dalam Masa Prapaskah 1, 15 Maret 2014

Ul 26: 16-19  +  Mzm 119  +  Mat 5: 43-48

                                                                                          

 

 

Lectio :

Yesus bersabda kepada para muridNya: ‘Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

 

 

Meditatio :

‘Kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu’, tegas Yesus yang mengutip Perjanjian Lama. Benar memang, apa salahnya?  ‘Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu’, kata Yesus yang memperluas cakrawala kehidupan. Yesus meminta para murid, kita semua untuk mengasihi semua,  ‘karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar’. Kebaikan dan kasih Tuhan tidaklah dibatasi oleh kehebatan ataupun kelemahan umatNya. Tuhan memberi karena memang Dia adalah Kasih.  

‘Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?’.  Penegasan Yesus ini kiranya tetap actual sampai hari ini. Sebab tak jarang, sama-sama satu Gereja dan satu baptisan, bahkan satu paroki yang kudus, katolik dan apostolic beberapa orang enggan memberi salam dan melempar senyum kepada sesamanya, karena merasa tidak satu komunitas; tetapi sebaliknya terhadap mereka yang satu komunitas dan mempunyai status dan profesi yang sama begitu akrab dan mudah mengulurkan tangan. Dunia sebatas komunitas kita. Kita lupa bahwasannya kita adalah bagian dari dunia, malahan kita harus menjadi sakramen keselamatan bagi dunia.  

‘Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna’. Penyataan Yesus menegaskan bahwa kita umatNya ini mempunyai kemampuan untuk menjadi sempurna seperti Bapa di surga. Kita dapat bersikap dan bertindak seperti Bapa di surga yang memang menerbitkan matahari dan menurunkan hujan bagi semua orang tanpa terkecuali. Kita dapat hidup dalam kasih sebagai Allah Bapa lakukan untuk kita umatNya. Kita dapat bersikap dan bertindak seperti Bapa di surga, bukan karena kita dibuat dan dipaksakan untuk bersikap itu, melainkan sebuah undangan untuk ambil bagian di dalamnya.  Apa yang disampaikan Yesus ini adalah sebuah undangan kembali dan sekaligus pembaharuan kemauan Allah sendiri, sebagaimana tersurat dalam kitab Ulangan.  ‘TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya,  dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat, maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya’ (Ul 26: 18-19).

 

 


Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau telah mengajari kami untuk mengasihi sesame, termasuk mereka yang telah menyakiti kami, dengan mengampuni dan berdoa bagi mereka, mampukanlah kami terutama dalam masa Prapaskah ini agar sikap hidup kami sungguh-sungguh mencerminkan kehadiranMu,  yang membawa keselamatan bagi semua orang.  Amin





Contemplatio :

'Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening