Sabtu sesudah Rabu Abu, 8 Maret 2014

Yes 58: 9-14  +  Mzm 86  +  Luk 5: 27-32

                                                                                          

 

Lectio :

Suatu hari  ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

 

 

Meditatio :

Ikutlah Aku!’, ajak Yesus kepada Lewi, seorang pemungut cukai, dan dia meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Menarik juga panggilan yang diterima Lewi; dia yang tidak mengenal sang Guru, langsung mengikutiNya begitu saja tanpa memperhitungkan segala yang dimilikinya. Apakah memang dia tidak pernah mendengarkan sedikit pun tentang Orang Nazaret itu? Sekali lagi, entah sudah pernah mendengar atau belum, Lewi memang langsung mengamini suara panggilanNya.

Suatu hari Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Kapan pesta itu diadakan, tidak disebutkan memang. Bukankah dia langsung mengikuti Yesus, kapan lagi dia mengadakan pesta itu? Kemungkinan besar beberapa hari sesudahnya.  Namun tak dapat disangkal pesta itu mempunyai intensi yang dipersembahkan bagi sang Guru yang telah memanggilnya. Dia telah memanggil, kepada Dialah yang terindah dipersembahkan oleh mereka yang telah menerima panggilanNya. Namun sayangnya yang makan bersama dengan Orang Besar itu adalah para pendosa, orang-orang pemungut cukai yang memang terkenal sebagai pendosa berat, dan bukannya orang-orang terhormat, seperti para ahli Tuarat dan mereka orang-orang Farisi. Karena itu, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: ‘mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?’.  Bukankah orang baik harus berkumpul dengan orang-orang baik? Bagaimana orang kudus harus berkumpul bersama kaum pendosa?

‘Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat’, tegas Yesus yang langsung menanggapi keluhan mereka. Isa al Masih memang datang untuk menyelamatkan umat manusia, dan bukannya mencari pujian dari orang-orang yang dilayaniNya. Sebenarnya yang menjadi pertanyaan kaum Farisi dan para ahli Taurat tidaklah begitu salah, tetapi apakah mereka selama ini belum juga paham akan perutusan yang diemban para nabi selama ini? Bukankah para nabi juga menyuarakan yang sama, yang melawan ketidakadilan dan kemunafikan yang terjadi di tengah-tengah umatNya?

Yesus memang datang untuk orang-orang yang merindukan keselamatan, kendati segala yang disampaikanNya tidaklah sebuah paksaan yang harus diterima oleh mereka yang didatangiNya, mereka yang mendengarkanNya. Keselamatan adalah sebuah pilihan yang memang harus diambil oleh setiap orang yang menginginkannya. Tuhan Allah tidak pernah memaksa umatNya mengingat anugerah kodrati yang telah diterima oleh setiap orang semenjak lahir, yakni akal budi dan kehendak bebasnya, walau tak dapat disangkal setiap orang mempunyai kecenderungan untuk menikmati kasih Allah mengingat semua manusia tercipta dalam gambar dan wajah Allah. Keberanian setiap orang untuk memilih segala yang sesuai dengan kehendakNya mendatangkan berkat dan rahmat; itulah yang disampaikan kembali oleh Yesaya (58: 9-14).

Kita pun terdorong untuk selalu mencari yang baik dan yang indah, terlebih-lebih keselamatan bersamaNya. Ada baiknya kalau kita nikmati selalu.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami ini begitu mudah menghakimi sesama, terangi hati dan dampingilah kami agar mampu membangun relasi dengan sesame, tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial seseorang, malahan siap sedia menerima setiap orang apa adanya,  sehingga mereka juga dapat mengalami rahmat dan anugerahMu. Amin




Contemplatio :

'Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening