Selasa dalam Masa Prapaskah 1

11 Maret 2014

Yes 55: 10-11  +  Mzm 34  +  Mat 6: 7-15

                                                                                          

 

 

Lectio :

Suatu hari  Yesus bersabda: "dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

 

 

Meditatio :

Bapa kami yang di sorga,

Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu,

jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Sebuah doa yang amat indah dan bagus. Namun kiranya doa itu hanya dinikmati sungguh oleh mereka yang menyadari bahwa  Bapa  mengetahui apa yang kita  perlukan, sebelum kita minta kepada-Nya. Sebab dalam doa yang diajarkan ini, Yesus tidak menyebut ini dan itu yang  menjadi kebutuhan konkrit umatNya. Yesus tidak mengajari umatNya untuk membuat sebuah rincian tentang aneka permohonan, sebaliknya karena kepercayaan bahwasannya Bapa telah mengetahui segalanya, Dia yang mengetahui kalau kita duduk atau berbaring, Dia mengetahui segala sesuatu sebelum kita mengatakannya (Mzm 139:2), Yesus meminta agar KerajaanNya sendiri meraja dalam hidup kita. Sebab bila memang kita tinggal dalam KerajaanNya yang semarak mulia itu, kita pasti tidak akan berkekurangan.  Sebab Dialah ‘yang Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya’.

Tuhan membuat segala-galanya baik adanya. Dia membuat segalanya indah pada waktunya. Karena itu, ‘dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan’. Kiranya doa Bapa kami akan dapat dinikmati oleh orang-orang yang mempunyai iman kepada Dia yang berbelaskasih.  Sebab memang hanya orang yang beriman yang dapat menyamakan permohonannya dengan bersandar pada kemauan baik dan kehendak Allah dan bukannya pada keinginan dan kemauan kita, umatNya. Orang beriman tidak akan berkata aku mau ini dan itu, ya Tuhan,  sebaliknya terjadilah padaku menurut perkataanMu (Luk 1:38b); kalau pun cawan ini boleh berlalu daripadaKu, bukan karena kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi (Mat 26:39b). Sebab memang orang beriman adalah mereka yang benar-benar mau melaksanakan kehendakNya. Dia yang berdoa dengan bertele-tele memang berarti dia sungguh-sungguh belum mengenal Allah.

Tuhan menjadikan segala-galanya baik.  KasihNya sungguh besar. ‘Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya’ (Yes 55:10-11). Kepercayaan inilah yang dipegang teguh oleh setiap orang beriman. Kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berujung itulah yang menjadi pedoman hidupnya. Orang beriman tidak pernah akan mematok Tuhan untuk bekerja melakukan kemauannya; dia hanya mempunyai satu keyakinan bahwa Dia akan membuat segala-galanya indah pada waktunya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkaulah Empunya kehidupan, Engkau tahu segala kebutuhan yang terbaik bagi kami. Buatlah kami agar semakin mampu rendah hati dalam berdoa, semakin bergantung dan berserah pada kehendakMu yang terjadi, karena KasihMu yang besar dan akan membuat segalanya indah pada waktunya.   Amin




 

Contemplatio :

'Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya'.

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening