Senin dalam Masa Prapaskah 1, 10 Maret 2014


Im 19: 11-18  +  Rom 5: 12-19  +  Mat 25: 31-46

                                                                                          

 

 

Lectio :

Suatu hari  Yesus bersabda: "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?  Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.  Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;  ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

 

 

Meditatio :

‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya’, kata Yesus yang memberikan gambaran surgawi kelak. Dia sang Empunya kemuliaan surgawi bertahta di sana. Dia berkuasa atas segalanya. Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Suatu kenyataan yang memang tidak diharapkan, tetapi harus terjadi. Dia memisahkan seorang dengan lainnya. Apakah Allah bertindak pilih kasih terhadap umatNya?

‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku’, tegas Yesus terhadap mereka yang berada di sebelah kananNya.  Mereka diposisikan di sebelah kanan, karena mereka telah berusaha mengasihi sesamanya, mereka yang berusaha untuk berani berbagi kasih terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya. Tanpa mereka sadari, mereka telah menemukan kehadiran sang Pencipta dalam diri mereka yang tercipta. Sebaliknya, kepada mereka yang berada di posisi sebelah kiriNya, Yesus menegaskan, bahwa semuanya ini terjadi pada diri mereka, karena segala sesuatu yang tidak mereka lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, mereka tidak melakukannya juga untukNya. Karena itu,  mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar, yakni mereka yng berada di sebelah kananNya, akan masuk ke dalam hidup yang kekal’.

Suatu gambaran yang sungguh-sungguh insani. Ada sebelah kanan dan kiri, ada domba dan kambing. Ukurannya pun amat sederhana yakni perlakuan terhadap mereka yang hina dan papa. Apakah semua ini menunjukkan bahwa usaha manusia juga berguna dalam mengejar keselamatan? Bukankah keselamatan itu adalah hak privilege Allah yang hendak menyelamatkan umatNya? Usaha manusia dalam mengejar keselamatan memang amatlah penting, karena memang Yesus tidak membiarkan setiap orang berpangku tangan dalam mengejar keselamatan. Setiap orang harus berani berusaha dan berusaha dalam menikmati keselamatan; usaha itu bukan saja cukup sebagian dari segala kemampuan yang dimilikinya. Kita ingat ada cerita orang yang tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri dan tidak merampok, bahkan selalu menghormati kedua orang tuanya, yang memang semuanya itu telah dilakukannya semenjak kecil. Dia tetap diminta dan diminta memberikan segalanya demi Kristus sang Empunya keselamatan. Juallah segala hartamu dan ikutlah Aku.

Hendaknya kamu kudus, sebab Aku kudus (Im19). Inilah pinta Tuhan sendiri kepada kita umat manusia. Kita diminta bersikap kudus sebagaimana Dia sendiri kudus, sedangkan kita ini belum kudus seperti Dia. Allah meminta demikian karena memang kita mempunyai kemampuan untuk bersikap kudus seperti Allah sendiri kudus adaNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, mampukanlah kami agar dalam mengejar keselamatan kami semakin berani berbagi kasih terhadap sesama yang hina dan yang tersisih, yang semuanya itu u ntuk menemukan kehadiranMu sendiri dalam diri sesama. Amin




 

Contemplatio :

'Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.'  

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening