Hari Raya Paskah, Kristus Bangkit, Kristus Mulia

20 April 2014

Kis 10: 34-43  +  1Kor 5: 6-8  +  Yoh 20: 1-9

 

 

 

 

Lectio :

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.  Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

 

 

Meditatio :

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.  Kalau menurut  Matius, Maria Magdala tidak datang seorang diri, dan dia pun datang di malam hari sebelum fajar menyingsing; Dia malahan berjumpa dengan seorang malaikat dan sang Kekasih sendiri, sebagaimana kita renungkan tadi malam dalam Vigili Paskah; tetapi tidaklah demikian dengan cerita Yohanes tentang perempuan  satu ini. Maria datang seorang diri. Melihat kenyataan yang di luar perkiraannya, terkejutlah dia. Ada sesuatu yang tidak beres sepertinya. Maka pulanglah Maria, dan ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: 'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan'. Tidak ada di tempatnya berarti dipindahkan oleh orang lain atau hilang dicuri orang, walau sebenarnya, sebenarnya semuanya itu masih sebuah perkiraan perempuan pemberani ini, sebab memang Maria belum melihat sungguh situasi yang ada dalam kubur. Dia hanya melihat batu yang terguling.

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.  Murid yang lain yakni Yohanes sepertinya masih relative muda, sehingga lebih cepat berlari.  Yohanes menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.  Tidak ada pengrusakan apa-apa sepertinya. Yohanes berdiri melihat semuanya itu dari pintu kubur. Maka datanglah Simon Petrus dan langsung masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Memang benar, tidak ada kerusakan di sana-sini. Tidak ada pencurian; semuanya tertata rapi, dan sungguh nampak, bahwasannya semunya dikerjakan secara teratur dan tidak tergesa-gesa. Semuanya beres dan rapi. Dia tidak lagi terbaring kaku di dalam kubur, sebab Dia telah dipindahkan dan 'dibangkikan oleh Allah Bapa'  (Kis 10: 40; lih. Mat 20: 19), yang mengasihi dan mengutusNya. Semuanya terjadi sesuai dengan yang dikatakanNya. Masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati.

Kita adalah orang-orang yang patut bersyukur, karena pemberitaan yang telah disampaikan para Rasul, sebab 'Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati' (Kis 10), tegas mereka yang memang sungguh-sungguh merasa memiliki sang Penyelamat. Maka baiklah kalau kita menikmati karya pewartaan mereka, sebab hanya dengan menikmati kehadiran Kristus dalam sabdaNya dan dalam setiap peristiwa hidup, kita akan beroleh berkatNya; dan bukankah selama ini memang  'hidup kita ini tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah', walau tak dapat disangkal, kita malah sering mengatakan Allah yang tersembunyi dalam hidup kita.  'Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kita pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan'  (Kol 3: 3-4).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur lewat kebangkitanMu, kami boleh menikmati kehadiran dan berkatMu dalam hidup kami sehari-hari, dan kami pun yakin bahwa kelak Engkau mengijinkan kami menikmati kemuliaan bersama Engkau di surga. Amin




Contemplatio :

'Ia harus bangkit dari antara orang mati'.



 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening