Hari Raya Paskah, Kristus Bangkit, Kristus Mulia

20 April 2014

Kis 10: 34-43  +  1Kor 5: 6-8  +  Luk 24: 13-35

 

 

 

 

Lectio :

Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,  dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.  Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"  Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.  Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.  Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,  dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!  Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"  Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.  Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.  Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.  Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.  Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."   Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

 

 

Meditatio :

'Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.  Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya'. Itulah keluhan kedua orang murid yang berjalan menuju Emaus. Mereka bersedih hati, karena Orang kepercayaan dan harapan mereka telah tiada; sungguh,  Dia seorang Nabi yang penuh kuasa dan wibawa.  'Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel'. Entah mengapa para imam kami bertindak demikian kepadaNya? Apakah mereka irihati dan cemburu, karena semakin banyaknya  orang yang menaruh hati kepadaNya? PengajaranNya penuh wibawa dan kuasa, dan Dia mampu membuat aneka mukjizat. Dia tidak pernah berlawanan atau bermusuhan dengan orang lain, sebaliknya memang banyak orang yang melawan dan memusuhi Dia.

Malahan sekarang yang mengejutkan kami, diberitakan 'tiga hari setelah peristiwa itu terjadi, beberapa perempuan dari kalangan kami mengabarkan: ketika pagi-pagi buta pergi ke kubur, mereka tidak menemukan  jenasahNya, bahkan mereka mengatakan telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat  yang menyatakan, bahwa Ia hidup; dan beberapa teman kami pun telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat'. Entah apakah kabar ini akan menjadi konsumsi publik? Kesaksian pun hanya diberikan oleh orang-orang yang memang sebelumnya telah menjadi pengikutNya.

Itulah pembahasan kedua murid tentang Yesus yang bangkit. Mereka amat bersedih dan belum bisa mengerti, apalagi adanya berita yang tentang kebangkitan; bukankah kebangkitan itu akan terjadi kelak di akhir jaman? (Yoh 11: 24). Kepedihan mereka amat mendalam; sehingga Dia sendiri yang mereka bicarakan datang mendekati mereka, dan berjalan bersama-sama dengan mereka, tidak mereka kenal. Mereka tenggelam dalam kepedihan hidup;  ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak mengenal Orang yang mereka harapkan?  Dan Yesus sendiri dengan setia mendengarkan cerita dan keluhan mereka; Yesus begitu setia terhadap umatNya, yang memang pada akhirnya dengan tegas menegur mereka, kataNya: 'hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!  Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?'.  Kegelisahan jiwa seharusnya tidak terjadi bila mereka mau mengerti apa yang dikatakan oleh Kitab Suci, minimal beberapa kali pengajaran yang disampaikanNya sendiri bahwa Anak Manusia akan dihukum, dibunuh, dan pada hari ketiga akan dibangkitkan.  Lalu Yesus menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.  Yesus menegaskan kepada mereka tentang tugas perutusan yang memang diemban oleh diriNya, yang adalah sang Mesias. Dia tidak dibunuh atau bahkan dibinasakan, walau tak dapat disangkal, Dia harus menghadapi semua peristiwa yang pahit dan menyakitkan itu, sebagai jalan salib yang memang harus dilalui. Semua itu harus dilalui oleh Kristus Tuhan, karena memang itulah kehendak Allah.

'Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon', kata kedua murid kepada kesebelas murid. Mereka telah mampu memberi kesaksian Siapakah Orang yang berjalan bersama mereka ketika hendak pergi menuju Emaus. Apa yang diceritakan oleh para perempuan dan beberapa murid sungguh benar: Dia hidup,  karena memang mereka telah berjumpa sendiri denganNya.  Kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan, yang mana mereka benar-benar merasakan pencerahan hidup, yang membuka mata dan telinga mereka. 'Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?'.  Mereka juga menceritakan 'bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti'.

Kita adalah orang-orang yang patut bersyukur, karena pemberitaan yang telah disampaikan para Rasul, sebab 'Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati' (Kis 10), tegas mereka yang memang sungguh-sungguh merasa memiliki sang Penyelamat. Kita bersyukur, karena selalu diundang dan diberi kesempatan semakin mengenal dan akrab dengan Dia, yakni dengan  mengikuti perjamuan bersamaNya. Maka baiklah kalau kita sungguh-sungguh menikmati undanganNya itu, sebab hanya dengan menikmati kehadiranNya dalam perjamuan dan juga dalam setiap peristiwa hidup, kita akan beroleh berkatNya; dan bukankah selama ini memang  'hidup kita ini tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah', walau tak dapat disangkal, kita malah sering mengatakan Allah yang tersembunyi dalam hidup kita.  'Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kita pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan'  (Kol 3: 3-4).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kehadiranMu selalu mengobarkan semangat dan sukacita dalam hidup kami, tetapi kami sering lamban dalam mengenali Engkau. Lewat sabdaMu yang menghidupkan mampukanlah kami semakin hari semakin menyadari dan mengenal Engkau yang adalah Mesias, sang Penyelamat kami yang hidup.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?'.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening