Kamis Pekan Prapaskah IV, 3 April 2014


Kel 32:  7-14  +  Mzm 106  +  Yoh 5: 31-47

                                                                                          

 

 

Lectio :

Sabda Yesus kepada para muridNya: ‘Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;  ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.  Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;  tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.  Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.  Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.  Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,  namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.  Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.  Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.  Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.  Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.  Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"


 

 

Meditatio :

‘Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;  ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar’, tegas Yesus kepada para muridNya. Kesaksian yang bagaimana?  ‘Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia’, termasuk kesaksian Yohanes. Namun tak dapat disangkal memang, bahwa ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu’. Yesus bukannya meniadakan Yohanes, tetapi lebih dari itu malahan Yesus amat menghormati pendahulunya, yang memang tidak ada seorang pun yang lahir di dunia ini lebih besar daripadanya. Dialah suara yang berseru-seru di padang gurun (Mat 3: 3).

‘Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya; dan pekerjaan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku’. Pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang itulah yang memberi kesaksian tentang panggilan dan status seseorang. Orang yang biasa mengajar dan ahli dalam bidangnya itu pasti dia seorang pengajar atau sering kita sebut dia adalah guru. Demikianlah pekerjaan yang dikerjakan oleh Yesus adalah pekerjaan yang diberikan oleh Bapa, bahkan pekerjaan yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak’.  dengan demikian membuktikan bahwa Anak berasal dari Bapa, dan memang Bapa yang mengutus Aku’, tegas Yesus. ‘Dialah yang bersaksi tentang Aku’. Bapa memberi kesaksian tentang Dia yang diutusNya, karena Bapa meminta kepadaNya agar melakukan segala hal yang dikehendakiNya demi keselamatan umatNya.

‘Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu’, tegas Yesus. Banyak orang  tidak pernah menikmati semuanya itu, karena mereka‘tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya’. Bukankah barang siapa memandang Aku memandang Bapa; Aku dan Bapa adalah Satu. Kiranya bila penegasan Yesus ini dimasukkan dalam relung hati yang terdalam, banyak orang dapat menikmati kehadiranNya yang menyelamatkan.

‘Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu’, sebaliknya dan malahan Musa akan mendakwa kamu, sebab kepadanya kamu menaruh pengharapanmu, tetapi kamu tidak percaya kepadanya.  Padahal  jikalau kamu percaya kepadanya, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku’. Kepercayaan kepada Musa sepenuh hati memang akan membuat orang berani berpasrah kepada sang Mesias, karena memang dialah prototip sang Penyelamat. Bila Musa pernah melunakkan hati Tuhan Allah karena kedegilan hati bangsa Israel (Kel 32), demikian juga Kritus Yesus mengkonkritkan kasih Allah yang mengampuni dengan menerima setiap orang berdosa yang bertobat, bahkan Yesus menegaskan gambaran Allah yang murah hati kepada semua orang tanpa terkecuali. Musa hanya membebaskan bangsa Israel dari perbukan Mesir, tetapi Kristus Tuhan membebaskan seluruh umat manusia, segala bangsa di dunia dari perbudakan dosa dan maut, dan menghantar mereka kepada kehidupan kekal bersamaNya.  ‘Jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulis Musa, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?’. Pengajaran Musa saja tidak mereka percayai, bagaimana mungkin mereka bisa percaya kepada yang diajarkan oleh Yesus.

Perlawanan terhadap Yesus terjadi, pertama karena mereka mempelajari kitab suci, tetapi mereka tidak mau percaya. Kitab suci hanya mereka nikmati sebatas pengetahuan, dan bukannya sebagai kebenaran ilahi. Kedua, mereka tidak hidup dalam kasih. Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Mereka tidak mau menikmati kasih Allah sendiri; mereka melakukan segala aturan hukum Taruat sebatas tindakan ritual dan kewajiban agama, tetapi lepas dari kasih.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar dapat semakin mendalami sabdaMu, sehingga kami makin mengenal Allah Bapa dan melakukan perintah-perintahNya, melalui ajaran dan teladanMu yang penuh kasih.  Amin




Contemplatio :

'Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening