Kamis Pekan Prapaskah V, 10 April 2014

Kej 17: 3-9  +  Mzm 105  +  Yoh 8: 51-59

 

 

 

 

 

Lectio :

 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."  Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,  padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

 



 

Meditatio :

 

"Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya".  Yesus berkata demikian, karena memang Dialah Kebangkitan dan hidup; dan dengan tegas pula Dia menyatakan bahwa barang siapa percaya kepadaNya tidak akan mati selama-lamanya.  

 

"Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya", sahut orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Apakah dengan pertanyaan ini, mereka mulai percaya akan firman-Nya, walau tak dapat disangkal mereka belum percaya penuh akan kualitas firman yang disampaikanNya. Orang mati adalah orang yang tidak hidup lagi di dunia ini. Itulah orang mati; dan itulah memang yang telah terjadi pada Abraham dan para nabi lainnya. Mereka tidak mampu melihat bahwa kematian adalah sebuah peristiwa yang harus dijalani oleh setiap orang untuk menikmati kemulian surgawi. Hidup tidak dibinasakan, melainkan diubah dalam tatanan Ilahi.  

 

"Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku", jawab Yesus ketika mereka meminta Dia menyatakan diri. Yesus memang tidak mau memberitahukan diriNya. Yesus menghendaki agar setiap orang berani mengakui sendiri siapakah diriNya dari segala yang diwartakan dan dilakukanNya, bahkan Dia yakin semua orang akan mengenal diriNya ketika Dia ditinggikan di kayu salib, sebagai sang Mesias Putera Allah yang hidup, yang memang semuanya itu dapat terlaksana hanya karena Bapa yang mengutusNya. Saat itulah Bapa memuliakan diriNya.

 

"Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun" (Kej 17: 9). Inilah permintaan Tuhan Allah kepada Abraham dan seluruh keturunannya. Setia dan tetap taat kepada perjanjianNya. Tuhan meminta demikian, karena memang kita manusia lemah dalam kesetiaan dan mudah ingkar janji, berbeda dengan Tuhan Allah yang memang tidak bisa mengingkari diriNya sendiri ( 2 Tim2 : 13). Kesetiaan kita juga tentunya semakin dituntut mengingat karya penebusan Kristus yang dilakukan bagi kita umatNya. Dia telah menjadi tebusan bagi umat manusia, maka layaklah kalau kita mengamini segala kehendakNya. Kesetiaan yang diminta dari kita tentunya amat berharga daripada yang diminta dari Abraham dan keturunannya, mengingat kasih Kristus dalam menyelamatkan umatNya.

 


 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, kiranya kami hari ke hari semakin setia mendengarkan sabdaMu, dan semakin mengenal Engkau serta mampu mengakui bahwa Engkaulah Mesias, Putra Allah yang hidup, yang memberikan kehidupan kekal bagi umat manusia.  Amin


 

Contemplatio :

"Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya".

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening