Minggu Pekan Prapaskah V, 6 April 2014

Yeh 37:  12-14  +  Rom 8: 8-11  +  Yoh 11: 40-53

                                                                                          

 

 

Lectio :

Yesus yang mendengar dan tahu bahwa Lazarus telah meninggal datang mengunjunginya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.  Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.  Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."  Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."  Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"  Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."  Ketika sampai di makam, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"  Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."  Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

 

 

Meditatio :

‘Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.  Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya’, kata Marta kepada Yesus yang datang melayat saudaranya Lazarus yang baru meninggal. Ada dan bersama Tuhan Yesus tentunya tidak akan ada kematian; dalam Tuhan, hanya ada kehidupan. ‘Saudaramu akan bangkit’, sahut Yesus memberi peneguhan kepadanya, dan sekaligus memberikan penghiburan sukacita. Sesuatu yang terbaik pasti terjadi.

‘Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman’ kata Marta mengungkapkan imannya: ada kebangkitan kelak di akhir jaman. Apakah Marta tidak memperhitungkan: kalau Yesus mau dan bisa memintakan  kepada Bapa di surga agar Lazarus dibangkitkan sekarang juga, bukankah dia tadi berkata  bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya? atau memang iman Marta tidak sampai ke sana? Bukankah kebangkitan kelak terjadi di akhir jaman? Sejauhmana iman Marta?

‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya’,tegas Yesus. Yesus memberi jaminan, bahwa DiriNyalah yang memberi kehidupan dan kebangkitan. Kebangkitan bukanlah soal waktu, tetapi kesiapsiagaan setiap orang untuk berani menerima atau tidak. Kepercayaan kepada hidup dan kebangkitan, percaya kepada Kristus Tuhan adalah modal dasar dan bekal untuk mendapatkannya.  ‘Percayakah engkau akan hal ini?’, tantang Yesus kepadanya.

‘Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia’ sahut Marta yang memperbaharui imannya. Semuanya memang sekarang bisa terjadi, hanya karena Kristus Tuhan, sang Mesias, Anak Allah yang menjadi Manusia; dan Yesus pun akhirnya menunjukkan diriNya sebagai kehidupan dan kebangkitan dengan meminta Lazarus bangkit dan hidup kembali. ‘Lazarus, marilah ke luar!’,  pinta Yesus kepada Lazarus yang telah mati itu.  Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh.

Lazarus mendapatkan anugerah yang begitu hebat dan mulia, karena Yesus menaruh hati kepadanya, dan tentunya Lazarus juga yang begitu percaya kepada sang Empunya kehidupan ini. Anugerah indah juga akan kita peroleh, jikalau kita pun semakin berani menaruh perhatian dan kepercayaan kepadaNya. Sebab Dia, yang telah semenjak semula mengasihi kita, mengangkat kita menjadi putera-puteri Bapa di surga dan menjadikan kita saudara-saudariNya sendiri, akan semakin kita rasakan kasihNya itu, bila kita percaya dan berserah diri kepadaNya. Paulus dalam suratnya membahasakan demikian: ‘jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu’ (Rom 8: 10-11). Mereka yang percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang membiarkan Roh Kristus diam dalam diriNya, sebab Roh Allah tidak akan tinggal dan diam dalam diri orang-orang yang menolakNya. Tak dapat disangkal, kemurahan hati Allah memang terbuka dan terlimpah kepada setiap orang tanpa terkecuali, tetapi kasih keselamatan surgawi itu, yang harus dilewati dalam kematian dan kebangkitan bersama Kristus, hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang percaya kepadaNya, yang mengamini kehendakNya dalam sikap dan perbuatan hidupnya.

Iman kepercayaan akan selalu mendatangkan keselamatan bagi setiap orang. Kepercayaan hati kepada Tuhan Yesus mengkondisikan setiap orang menikmati kebangkitan dan menghantarnya kepada keselamatan surgawi yang kekal, bukan sekedar kebangkitan Lazarus yang memang pada akhirnya dia meninggal kembali, tetapi pada kebangkitan Kristus yang membawa setiap orang pada kehidupan kekal.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami agar semakin mengenal dan percaya, bahwa Engkaulah penyelamat yang sanggup memberi hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepadaMu.  Amin





Contemplatio :

'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan mati selama-lamanya’.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening