Rabu dalam Oktaf Paskah. 22 April 2014

Kis 3: 1-10 + Mzm 105 + Luk 24: 13-35




Lectio :
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.


Meditatio :
'Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya'. Itulah keluhan kedua orang murid yang berjalan menuju Emaus. Mereka bersedih hati, karena Orang kepercayaan dan harapan mereka telah tiada; sungguh, Dia seorang Nabi yang penuh kuasa dan wibawa. 'Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel'. Banyak orang mengharapkan bahkan kehadiran Yesus sungguh-sungguh menjadi seorang Pahlawan Nasional, Pembebas Israel dari penjajahan Roma. Mungkinkah Paskah Kristus akan semakin terasa, bila Dia juga membebaskan bangsa Israel dari penjajahan bangsa Roma? Mungkin tugas Mesianis Orang Nazaret itu semakin segera terwujud, bila Dia juga berani menantang bangsa Roma untuk berhadapan dengan diriNya, Pahlawan Israel. Gelar Dia sebagai Musa baru mungkin akan segera berkumandang di antara bangsa terpilih itu.
Malahan yang mengagetkan kami, beberapa perempuan dari kalangan kami mengabarkan bahwa tadi pagi ketika pergi ke kubur, mereka tidak menemukan jenasahNya, mereka malah berjumpa dengan malaikat-malaikat yang menyatakan, bahwa Ia hidup; dan beberapa teman kami pun telah pergi ke kubur itu dan mendapati memang demikian, tetapi Dia tidak mereka lihat'. Dia telah mati, tetapi hidup kembali. Apakah Dia bangkit dan hidup kembali seperti Lazarus sebagaimana yang dilakukanNya sendiri kepada saudara Marta? Bisakah Dia membangkitkan diriNya sendiri? Apakah Dia harus mati segala, bila memang berkeinginan hidup terus?
'Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?'. Kegelisahan jiwa seharusnya tidak terjadi bila mereka mau mengerti apa yang dikatakan oleh Kitab Suci, minimal beberapa kali pengajaran yang disampaikanNya sendiri bahwa Anak Manusia akan dihukum, dibunuh, dan pada hari ketiga akan dibangkitkan. Sebenarnya mereka gelisah, sedih dan kecewa, karena mereka mengikuti arus pemikiran diri sendiri, mereka menginginkan gambaran mereka tentang Mesias, bagaikan seorang pahlawan, benar-benar terpenuhi. Pikiran mereka tak ubahnya dengan pikiran Petrus yang memang pernah menarik Yesus ke sampingnya (Mat 16), karena dia tidak menghendaki sang Gurunya ternodai oleh tangan-tangan orang jahat. Pikiran manusia memang selalu memikirkan dirinya sendiri; dan seharusnya tidaklah demikian bagi mereka yang telah mengenal Kristus.
Lalu Yesus menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Yesus menegaskan kepada mereka tentang tugas perutusan yang memang diemban oleh diriNya sebagai seorang Mesias. Dia tidak dibunuh atau bahkan dibinasakan, walau tak dapat disangkal, Dia harus menghadapi semua peristiwa yang pahit dan menyakitkan itu, sebagai jalan salib yang memang harus dilalui. Semua itu harus dilalui oleh Kristus Tuhan, karena memang itulah kehendak Allah. Pada waktu itu terbukalah telinga hati mereka untuk mengenal sang Mesias, sebab tak dapat disangkal hati mereka benar-benar berkobar-kobar, ketika Ia berbicara di tengah jalan menerangkan Kitab Suci kepada mereka.


Oratio :
Ya Yesus Kristus, dampingilah kami agar di saat kami mengalami persoalan kami tetap mengarahkan pandangan kepadaMu dan tidak tenggelam di dalamnya, sehingga tetap mampu memperdulikan sekeliling kami dan tidak salah melangkah atau mengambil keputusan. Amin


Contemplatio :
'Ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia'.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening