Rabu dalam Pekan Prapaskah V, 9 April 2014

Dan 3: 14-28 + Mzm + Yoh 8: 31-42





Lectio :

Suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu." Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.





Meditatio :

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku", tegas Yesus kepada orang-orang yang mendengarkanNya. Menjadi murid bukanlah seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang memang membuntuti Yesus ke mana Dia pergi, melainkan melakukan apa yang dikehendakiNya, bersikap seperti Dia bagaimana Dia mengasihi kita umatNya. 
Berkat sabda dan kehendakNya, kita pun akan semakin mengenal kebenaran, karena hanya dalam Tuhan ada kebenaran, di mana kebenaran itulah yang "akan memerdekakan kamu". Dan hanya orang yang melakukan kebenaran akan tinggal dalam keselamatan, karena dia melakukan segala sesuatu yang berkenan kepada Allah dan bukan hamba dosa, sebab "sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa". Sebaliknya memang Yesus tidak pernah mengatakan bahwa mereka yang taat kepada Allah adalah hamba-hamba Allah, melainkan "benar-benar merdeka", karenanya di dalam Allah seseorang dapat melakukan segala yang indah dan mulia.
Karena mereka tidak mau mendengarkan firmanNya, dan sebaliknya "firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu", walau mereka mengaku sebagai keturunan Abraham, mereka tidak "mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham", malah kamu "berusaha membunuh Aku", tegur Yesus kepada mereka. Mereka hanya bangga sebagai keturunan biologis Abraham, dan bukannya keturunan dalam iman dan kebenaran yang dimiliki Abraham.
Akhirnya Yesus menegaskan: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah". Bagaimana seseorang berkata mengenal Allah, kalau dia tidak mengenal Allah yang menjadi manusia? Walau memang tak dapat disangkal, kehadiran Allah selalu sesuai dengan kemauan Dia sendiri dan tidak sesuai dengan gambaran kita manusia.
Kiranya kita sendiri yang telah mengaku putera-puteri Allah hendaknya semakin berani mengamini kehendak dan sabdaNya, sebaliknya dengan berani dan lantang untuk berkata tidak terhadap mereka yang bukan dari Allah, sebagaimana dicontohkan Daniel bersama-sama temannya terhadap Nebukadnezar, yang malah berkat keberanian mereka untuk berkata demikian, menjadi kesaksian mereka untuk tetap setia kepada Allah yang menyelamatkan (Dan 3).





Oratio :

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami selalu agar sebagai anak-anakMu, semakin hari kami semakin mengenal Engkau melalui sabdaMu, dan berani berkata tidak pada yang bukan daripadaMu, dan kasih terhadap sesama semakin tercermin dalam sikap hidup kami.

Ya Tuhan Yesus, semoga pesta demokrasi hari berjalan dengan aman dan tenteram, dan menghasilkan Wakil-wakil Rakyat yang Pancasilais. Amin.




Contemplatio :

'Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu'.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening