Rabu dalam Pekan Suci, 16 April 2014


Yes 50: 4-9  +  Mzm 69: 8-10,21-22  +  Mat 26: 14-25

 

 

 

Lectio :

 

Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.  Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"  Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"  Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya." 

 

 

 

 

Meditatio :

 

'Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'. Inilah kata-kata dari seorang Yudas Iskariot yang memang hanya ingin mencari kepuasan diri. Dia sadar dan tahu bahwa sang Guru adalah Seorang yang sedang dicari banyak orang, banyak orang yang menginginkan kematianNya. Ia menggunakan kesempatan itu untuk semakin menyengsarakan Sesamanya. Dan sungguh, akhirnya mereka pun membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  

 

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'.  Pernyataan Yesus menegaskan kepada para murid apa yang hendak terjadi pada diriNya. Sebagaimana dari dalam hati seseorang dapat keluar yang baik dan jahat, demikian pula dari dalam satu komunitas dapat muncullah kebaikan dan kejahatan. Komunitas Yesus adalah komunitas sukacita, tetapi tak dapat disangkal ada orang-orang yang hendak mencari menangnya sendiri dan memuaskan kecenderungan insani dan mengabaikan orang lain. Itulah hidup Yudas Iskariot. Yudas yang telah lama berkumpul dengan Yesus tidak mau menikmati segala yang indah dan baik adanya. Kesukaannya akan hal duniawi dan insani begitu mengikat dirinya, bahkan tiga puluh keping perak pun dia rebutnya dan menggantikannya dengan Seseorang yang telah dikenalnya. 

 

Kejahatan selalu berada dalam kegelapan dan tidak banyak diketahui oleh orang lain, termasuk keberadaan seorang Yudas dalam komunitas mereka. Maka ketika Yesus menyampaikan ada seseorang yang mengkhianati diriNya, para murid bertanya-tanya siapakah dia yang dimaksudkanNya. 'Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan', tegas Yesus kepada para muridNya. Yesus menyadari kelemahan dan keterbatasan umatNya, tetapi tak dapat disangkal bila terjadi penolakan kepada kasih Tuhan yang hendak menyelamatkan umatNya. Penolakan terhadap Tuhan adalah penolakan terhadap hidup itu sendiri, karena memang setiap orang hidup, hanya karena Tuhan yang menghendakinya.

 

Yesus sepertinya menyesali segala dosa dan salah Yudas Iskariot, tetapi lebih dari itu, Yesus malah merasa bahwa Dia memang harus siap memasuki jiwa dan hati umatNya yang tidak tahu berterima kasih; dengan memasuki jiwa dan hati umatNya itu sekaligus hendak menyatakan bahwa kasih dan perhatian Allah terhadap umatNya sama sekali tidak bergantung mana kemampuan, atau bahkan jasa baik dari umatnya, tetapi sebaliknya semata-mata bahwa semuanya itu terjadi dari pihak Allah. Allah datang ke dunia memang hanya hendak menyelamatkan umatNya.

 

Kiranya hanya orang-orang yang hanya menghayati spiritualitas Yesus yang akhirnya dapat berkata seperti Yesaya:  'setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.  Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi' ( Yes 60). Barangsiapa menghayati spiritualitas Yesus tidak takut untuk menerima salib kehidupan.

 

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, kiranya kami semakin hari semakin menghayati kasihMu yang menyelamatkan, sehingga kami tidak mementingkan diri sendiri dan malahan mengorbankan orang lain hanya demi keuntungan pribadi, sebaliknya kami semakin mampu menjadi terang dan membawa keselamatan bagi sesama. Amin

 

 

 

Contemplatio :

 

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'.

 

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening