Rabu Pekan Prapaskah IV, 2 April 2014


Yes 49:  8-15  +  Mzm 46  +  Yoh 5: 17-30

                                                                                          

 

 

Lectio :

Sabda Yesus kepada para muridNya: ‘Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga’.  Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.  Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.  Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.  Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,  supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.  Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.  Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.  Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku’.

 

Meditatio :

Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga’.  Penyataan Yesus inilah yang membuat banyak orang marah dan gerah, karena dengan mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri  berarti menyamakan diri-Nya dengan Allah. Penyataan Yesus ini memang hendak menyatakan bahwa Siapakah Dirinya itu sebenarnya. PenyataanNya sungguh menegaskan bahwa diriNya adalah Allah yang menjadi Manusia, dan Dia hanya melakukan segala yang dilakukan Allah, Bapa yang mengutusNya.

Hal itu diterangkan dengan menyatakan, pertama, bahwa diriNya ‘tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak’. Yesus mengerjakan segala yang dikerjakan Bapa, karena memang Bapa dan Anak adalah Satu.   

Kedua, pekerjaan yang dilakukan Yesus sebagaimana yang dilakukan Bapa, antara lain  ‘seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya, dan terlebih  sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri’, bahkan sebagaimana dikatakan oleh Bapa, bahwasannya  Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukanNya, dikerjakan Yesus dengan menghakimi seluruh umat manusia, yang memang Bapa telah serahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak. Yesus sendiri mengakui: ‘Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku’.

Akhirnya, tak dapat disangkal Yesus memang meminta para muridNya, kita semua untuk percaya kepadaNya. Dia meminta karena memang Dialah Allah yang menjadi Manusia, Dialah Anak, yang kepadaNya Allah berkenan.  Maka dengan tegas Yesus berkata:  ‘barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup’;  konkritnya,  ‘pada saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum’.

Apakah penyataan Yesus ini hendak menjawabi kemauan Allah yang memang sudah dikemukakan dari semula, bahwasannya ‘TUHAN akan menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas; dan kalau pun ada seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau’ (Yes 49).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami, supaya kami semakin hari semakin menyadari bahwa Engkaulah Allah sendiri yang hadir dalam diri Yesus Kristus, karena kasihMu yang begitu besar yang rela menjadi manusia demi keselamatan kami.  Amin




Contemplatio :

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak '.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening