Sabtu dalam Oktaf Paskah, 26 April 2014

Kis 4:  13-21  +  Mzm 118  +  Mrk 16: 9-15

                                                                                          

 

Lectio :

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

 

 

Meditatio :

Yesus yang bangkit mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Kedua,  Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang murid yang sedang dalam perjalanan ke luar kota. Ketiga, akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan. Inilah ketiga penampakan sang Guru mulia kepada para muridNya. Yesus sempat mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Yesus yang sudah bangkit sempat mencela dan memarahi para muridNya. Mengapa Yesus marah? Kalau seorang guru marah dan menegur para muridnya yang tidak mau belajar, bukanlah sebuah dosa, melainkan malah sebuah ajakan untuk bertobat. Demikian pula Yesus yang menegur dan mencela para muridNya, sebab seharusnya mereka tahu dan sadar, serta memaknai pergaulan dengan sang Mesias selama ini.

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'. Inilah permintaan Yesus kepada para muridNya untuk memberitakan warta sukacita, yakni Injil Allah kepada seluruh dunia, kepada segala makhluk, dan bukan hanya kepada umat manusia. Pewartaan kepada seluruh dunia, karena memang kematian dan kebangkitan Kristus diperuntukkan guna memperbaharui dunia, menjadikannya kembali sebagai firdaus yang diciptakan indah adanya sebagai kehendakNya sendiri. Namun tak dapat disangkal, manusia menjadi fokus perhatian utama karena memang kita manusia adalah ciptaan yang terindah, yang diciptakan sesuai dengan gambarNya sendiri.

Apakah kita juga harus bersaksi dan memberitakan Injil? Ya harus! Sebagai orang-orang yang tahu berterima kasih, baiklah kalau kita ambil bagian dalam karya pewartaan sesuai dengan cara kerja kita sehari-hari. Sebab seperti Petrus dan Yohanes berkata: 'tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar' (Kis 4 20) demikian juga kita. Kita pasti memang tidak meraba dan melihat langsung luka-luka pada tangan dan kakiNya, tetapi kita merasakan sendiri kasih rahmat penebusan dalam hidup kita ini. Kasih yang menyelamatkan inilah yang kiranya lebih berharga daripada sekedar melihat dan meraba luka-luka pada tangan dan kakiNya; terlebih lagi seperti yang dikatakan Yesus sendiri: berbahagialah mereka yang tidak melihat tetapi percaya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Krisus, kami bersyukur atas segala rahmat kasih yang Engkau limpahkan kepada kami, biarlah semakin hari kami semakin berani untuk membagikan warta sukacita ini kepada sesama kami, sehingga merekapun boleh menikmati sukacita dan keselamatan daripadaMu.  Amin



Contemplatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.



 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening