Sabtu Pekan Prapaskah V, 12 April 2014

Yer 37: 21-28  +  Mzm  +  Yoh 11: 45-56




Lectio :

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.  Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."  Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,  dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"





Meditatio :

"Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita". Inilah komentar banyak orang yang memandang negatif segala yang dilakukan Yesus di tengah-tengah umatNya; yang tentunya karena kecemburuan dan kedengkian yang melatarbelakangi sikap dan tindakan mereka itu. Keberadaan Yesus memang sering menjadi batu sandungan banyak orang yang mapan hidupnya.

"Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." Itulah nubuat dari Kayafas, seorang Imam besar pada waktu itu. Hal itu dikatakannya bernubuat, bahwa "Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai".  Nubuat itu seperti dimengerti secara lain, sebab kata-kata Kayafas adalah dari pada bangsa Israel hancur gara-gara satu orang, bukankah lebih baik kalau orang satu itu yang harus dijadikan kurban. Pernyataan itu amat berbeda intensinya. Apakah nubuat Kayafas ini mendapatkan inspirasi dari kitab Yehezkiel yang menyatakan bangsa Israel akan menjadi kudus dan menjadi bangsa yang satu dan kokoh di bawah pemerintahan raja Daud (bab 37:28). Konteks gambaran mereka tentang bangsa yang kokoh hanyalah sebatas bangsa dalam dunia politis, apalagi mereka Israel berada dalam kuasa bangsa Roma. Namun tak dapat disangkal, Yesus memang mati, dan bukannya dibinasakan. Dia mati menjadi tebusan seluruh umat manusia yang memang telah jatuh dalam dosa berkat tindakan Adam, tetapi berkat karena penebusan Adam Baru, seluruh manusia diajak masuk kembali menikmati Firdaus abadi.

Banyak orang mencari Yesus, karena beberapa hari setelah persepakatan untuk membunuhNya; dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?". Yesus sama sekali tidak takut akan kematian, hanya memang Dia tidak mau dibinasakan oleh orang-orang yang tidak mengenal kasih Allah. Dia siap mati dan dikurbankan demi keselamatan seluruh umat manusia. Yesus amat menghormati kemauan dan kehendak Bapa yang mengutusNya.




Oratio :

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami agar jangan goyah di saat menghadapi tantangan, dan tetap percaya bahwa Engkaulah sang Penyelamat yang setia mendampingi kami. Amin




Contemplatio :

‘Yesus akan mati untuk bangsa itu,  dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai’.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening