Selasa dalam Oktaf Paskah, 22 April 2014


Kis 2: 36-41  +  Mzm 33  +  Yoh 20: 11-18

 

 

 

 

Lectio :

Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,  dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.  Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."  Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.  Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."  Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.  Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."  Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

 

 

Meditatio :

'Ibu, mengapa engkau menangis?', sapa para malaikat kepada Maria Magdalena, yang hanya spontan menjawabnya:  'Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan'. Demikian juga, ketika Yesus menyapanya  'Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?', Maria menjawab : 'Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya'. Sebuah jawaban yang berlatarbelakang pribadi yang merasa memiliki terhadap sang Guru, Orang Nazaret itu. Namun tak dapat disangkal rasa egoisme diri juga menguat dalam dirinya, sehingga dia tidak mampu memandang orang lain, bahkan Tuhan Allah yang hidup. Aku adalah aku, tidak ada yang lain, dan hanya akulah yang benar, bahkan sekali lagi, termasuk segala hal yang illahi pun ditiadakannya.

'Maria!', sapa Yesus yang langsung pada pribadinya; dan  Maria berpaling dan berkata kepada-Nya: 'Guru'. Sapaan Yesus membuka mata seseorang untuk melihat kebenaran; dan ketika mendengarkan sapaanNya, Maria merelakan diri untuk berbalik melihat Dia yang memanggilnya, sebab memang tak jarang seseorang yang merasa diri benar atau sebaliknya merasa kesusahan diri yang paling berat, dia enggan untuk berbalik diri dan mendengarkan sapaan sesamanya. Keberanian Maria yang dengan sigap menjawab sapaanNya mendatangkan berkat dan rahmat, kataNya: 'janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu'. Yesus tidak menjanjikaan kepada para muridNya untuk berjumpa lagi di Galilea, sebagaimana kebiasaan mereka yang selalu berkumpul bersama sang Guru di wilayah itu, karena memang Dia sekarang telah beralih dari dunia ini kepada Bapa yang mengutusNya. Dia malah pergi menyiapkan sebuah tempat, agar di mana Dia berada kita pun juga berada bersamaNya.

'Aku telah melihat Tuhan!', kata-kata Maria yang disampaikannya kepada para murid. Dengan mata kepalanya sendiri memang Maria telah melihat sang Kehidupan, walau tak dapat disangkal mata inderawinya telah diredupkan oleh egoisme diri dan kepedihan yang mendalam. Dia yang dicarinya, Dia pula yang telah membuka matanya kembali untuk melihat sang Kebenaran. Maria juga menyampaikan bahwa Yesus mengatakan hal kepergianNya kepada Bapa kepada dirinya.

 

 

Oratio :

          Ya Yesus Kristus, tuntunlah kami lewat sabdaMu, agar dalam menghadapi persoalan,  kami tidak tenggelam dalam egoisme diri, tetapi tetap tenang sehingga mampu menyadari kehadiran dan melihat kebenaranMu.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan'.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening