Selasa dalam pekan Paskah II, 29 April 2014

Kis 4:  32-37  +  Mzm 93  +  Yoh 3: 7-15

                                                                                          

 

 

Lectio :

Yesus berkata: 'janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.  Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."  Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"  Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?  Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.  Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?  Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.

 

 

Meditatio :

'Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh', tegas Yesus kepada Nikodemus.

'Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?', sahut Nikodemus kepadaNya.  'Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?'.  Yesus menantang pengetahuan Nikodemus tentang Tuhan. Orang yang dilahirkan dalam Roh, dia akan selalu mengikuti kehendak dan kemauan Allah yang adalah Roh yang kudus. Dia tidak mengerti kehendak dan kemauan Allah, tetapi dia melakukan semuanya itu karena memang Kristus sendiri hidup dalam dirinya. Secara kasad mata, dia tidak mampu berbuat ini dan itu, karena memang dia orang yang lemah, tetapi ternyata dia mempunyai kekuatan rohani yang begitu mendalam, dan mampu melakukan segala hal yang baik, yang jauh dari perkiraan insani manusia. Seorang religious Yahudi sebagai bangsa terpilih seharusnya sudah tahu apa yang dimaksudkan Yesus itu.

'Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Bukankah yang berasal dari bawah akan kembali ke bawah, dan yang berasal dari atas akan kembali ke atas (Yoh 8: 23)? Dia, Anak Manusia yang berasal dari Bapa, akan kembali kepada Bapa yang mengutusNya, bila memang semuanya sudah selesai (Yoh 19).

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Penegasan Yesus ini benar-benar menyatakan bahwa segala yang dinikmati bersama Bapa juga dibagikanNya kepada semua orang yang percaya kepadaNya, walau mereka berasal dari bawah. Kemauan mereka untuk dilahirkan kembali memungkinkan setiap orang yang berasal dari dunia ini untuk naik ke atas dan  melihat Kerajaan Allah, dan untuk beroleh hidup yang kekal, yang semuanya terjadi dari pihak Allah (Mat 21: 42), karena memang Dia yang akan menarik setiap orang ketika Dia ditinggikan (Yoh 12: 32).

Apakah kita hendak melihat angin ke mana dia bertiup? Apakah kita juga berkeinginan melihat tongkat ular yang dipasang Musa? Kiranya cukuplah kita percaya kepadaNya  (Yoh 20), yang ditinggikan di kayu salib.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur telah menerima rahmat hidup yang baru, kiranya Engkau selalu mengobarkan semangat pelayanan dalam diri kami, sehingga semakin banyak jiwa yang mengenal Engkau dan memperoleh keselamatan.

Santa Katarina dari Siena, doakanlah kami.  Amin

 

 

 

Contemplatio :

 

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening