Senin dalam Oktaf Paskah, 21 April 2014

Kis 2: 14-32  +  Mzm 16  +  Mat 28: 13-35

 

 

 

 

Lectio :

Mereka, beberpa perempuan itu, segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."  Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu  dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.  Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."  Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

 

 

Meditatio :

'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku', kata Yesus kepada beberapa perempuan yang mencariNya.

'Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.  Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa', kata para imam bersama tua-tua bangsa kepada para serdadu.

Nampak sekali perbedaan dari kedua perintah ini. Yang satu, yang memerintahkan adalah Tuhan Yesus sendiri, yang memang telah bangkit dan hidup; sedangkan yang lain, yang memerintahkan adalah orang-orang yang berlawanan dengan sang Kehidupan. Perbedaan subyek pemberi perintah pasti akan membedakan secara tegas isi perintah yang disampaikan; terlebih lagi yang memberitakan adalah Yang dilawan dan yang melawan. Yang satu bersifat ilahi, yang lain amat insani.

Perintah yang disampaikan berisi kabar sukacita, dan meminta mereka para perempuan untuk tidak takut, malah Yesus memberi peneguhan kepada mereka dengan salam damaiNya, sebaliknya perintah lain adalah bernada ketakutan dan kekerasan, karena mereka merasa bersalah dan hendak melepaskan tanggungjawab. Perintah yang pertama berisi tentang sukacita dan kebenaran, bahwa Dia hidup, sedangkan perintah kedua berisikan tentang pembohongan publik, yang dimaksudkan agar banyak orang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Pembohonan publik sengaja dibuat dan dipaksakannya, karena 'Dia yang disalibkan dan dibunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka, telah dibangkitan oleh Allah, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu' (Kis 2). Siapakah Dia? Para Rasul menegaskan: 'Yesuslah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi'.

Apa yang harus kita buat? Tentunya kita harus mengikuti perintah pertama yang memang adalah perintah illahi, perintah dari Allah sendiri. Kami harus lebih taat kepada Allah, daripada kepada manusia.  Inilah kebenaran yang harus kita nikmati terus-menerus, agar kita boleh merasakan rahmat kebangkitan, yang mendahului kematian kita masing-masing.

 

 

Oratio :

          Ya Yesus Kristus, Engkaulah kebenaran dan hidup, ajarilah kami untuk selalu memilih yang terbaik bagi hidup kami, dan bagi kami bantulah selalu agar kami setia selalu pada pilihan kami ini. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening