Senin dalam Pekan Suci, 14 April 2014


Yes 42: 1-7  +  Mzm 27  +  Yoh 12: 1-11

 

 

 

 

Lectio :

 

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:  "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,  sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

 

 

 

Meditatio :

 

'Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu'. Itulah tindakan yang dilakukan Maria secara sadar. Dia melakukannya secara sukarela dan kasih; dan Yesus menyadari sungguh apa yang dilakukan Maria terhadap diriNya, kataNya: 'biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku'.

 

Maria memang orang yang sungguh-sungguh hebat, dia tahu akan apa yang terjadi pada diri sang Guru. Maria tahu bahwa Orang yang ada di depannya ini akan menjadi kurban tebusan bagi banyak orang. Kematian sang Guru telah dirasakan oleh Maria, yang memang selalu memberi perhatian kepadaNya. Pilihan hidupnya untuk bertumpu pada sabda dan kehendak Tuhan memang patut diacungi jempol. Dia yang telah memilih yang terbaik dalam hidupnya terus ditumbuhkembangkan dalam perjalanan hidupnya. Kasih kepada Yesus semakin membuat dia mengenal Dia yang dikasihinya. Maria dapat menangkap kelembutan hati seorang Hamba Yahwe yang memang tidak menyerukan suaraNya di jalan-jalan (Yes 42).

 

'Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu', kata Yesus kepada para muridNya. Sebuah kritikan yang disampaikan Yesus tentunya kepada orang-orang yang mampu berlakukan karya karitatif, sebatas uluran tangan karena memang ada kemampuan pada mereka, tetapi semuanya itu dilakukannya tanpa kasih. Karya pelayanan yang penuh kasih berarti karya pelayanan yang selalu melibatkan Yesus dalam karya dan tindakannya. Sebab mereka mau melayani Yesus yang hadir dalam diri orang-orang kecil dan hina. Pelayanan karitatif tanpa kasih tak ubahnya menjadikan orang-orang miskin sebagai obyek sasaran untuk mencari nama diri dan kepuasan hati, minimal terdaftar dalam program option for the poor

 

Pekan suci mengajak kita untuk melibatkan Yesus dalam setiap langkah hidup kita, dan sekaligus kedekatan dan kasih Kita terhadap Tuhan Yesus akan memungkinkan kita mengetahui segala yang indah dan baik, sebagaimana dialami Maria, saudari Marta.

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, lewat sabdaMu biarlah kami semakin hari semakin dekat dan mengenali kehendakMu, dengan berbuat kasih terhadap mereka yang lemah dan kecil yang membutuhkannya, sehingga menemukan Engkau dalam diri mereka. Amin

 

 

 

 

Contemplatio :

 

'Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening